Pendidikan

Sistem Zonasi, Empat SMA Negeri di Mataram Masih Kosong Peminat

Mataram, Talikanews.com – Adanya pemberlakuan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang diberlakukan mulai tahun 2019. Membuat beberapa sekolah menengah atas negeri di kota Mataram masih kosong alias kurang peminat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, H Rusman menyampaikan, memang ada dampak positif mau pun negatif terhadap pemberlakuan sistem zonasi tersebut yakni, terdapat beberapa SMAN kosong peminat atau belum ada pemina seperti SMAN 8, 9 , 10 dan SMAN 11 Mataram.

“Untuk SMAN 11 Mataram memang dalam proses tender pembangunan gedung. Namun, sudah mulai buka PPDB tahun ajaran 2019/2020 ini. Nah, siswanya sementara waktu akan gunakan gedung SMAN 6 Mataram untuk kegiatan belajar mengajar sembari menunggu gedung terbangun dan InsyaAllah tahun ini terbangun,” ungkapnya Jumat (12/7).

Yang jelas, pemberlakuan sistem zonasi tidak angsih dari dampak negatif itu seperti calon PPDB tidak bisa masuk ditempat yang di inginkan. Sehingga tidak bisa dipungkiri juga bahwa Label sekolah pavorit itu masih ada, kalau demikian tergantung interpretasi.

Mantan kepala BPSDM NTB juga memaparkan nilai positif sistem zonasi yakni terjadi pemerataan terhadap sekolah artinya menghapus kesan ada sekolah pavorit. Dimana, calon PPDB tidak bisa se enaknya masuk di sekolah sesuai keinginan tanpa melihat zonasi.

Ada beberapa syarat untuk bisa masuk seperti perpindahan orang tua, itu diberikan jatah 5 persen. Kemudin melalui jalur prestasi yang sebelumnya sebanyak 5 persen, saat ini menjadi 15 persen dengan pembagian 5 pesen dilihat dari akademik, terus non akademik 5 persen, dan 5 persen dari jalur Tahfiz, minimal hafal 3 just, kitab suci).

Dia menambahkan, Zonasi itu dibagi lgi, sisanya 80 persen. Dimana sebanyak 25 persen pra sejahtera.

“Nah disini sisi keadilan yang bisa didapat bagi calon siswa tidak mampu secara finansial,” ujarnya.

Untuk menghapus kesan adanya sekolah pavorit lanjut Rusman. Akan melakukan penyebaran guru supaya sama-sama berkualitas, kemudian fasilitas pendukung.

Bagaimana nantinya ketika ada anak-anak yang semangat sekolahnya hilang karena tidak bisa masuk di sekolah yang diinginkan.

Bagi Rusman, ini tugas tantangan Dinas, sehingga akan kuatkan kepala sekolah, petakan guru bahkan sebaran guru yang dianggap potensi ke sekolah lain.

“Kamu juga akan lakukan penguatan kapasitas, sarana dan prasarana. Dengan demikian, asumsi tersebut akan terbantahkan,” cetus dia.

Terhadap Empat sekolah tersebut, dirinya tetap optimis akan terisi karena proses PPDB masih berlangsung yang mulai dibuka pendaftaran sejak tanggal 12 hingga 17 Juli mendatang.(TN-04)

Related Articles

Back to top button