Sosial

Jadup Korban Gempa Cair, Gubernur NTB: Jangan Salah Penggunaan

Mataram, Talikanews.com – Kementerian Sosial RI realisasikan program jaminan hidup (Jadup) bagi korban gempa NTB direalisasikan. Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah tekankan kepada penerima supaya jangan salah penggunaan.

“Saat ini pemberian rekening beserta uangnya. Jangan sampai salah dalam penggunaan. mudahan ini langkah untuk lebih baik dan mudahan prosesnya lancar, kalau ada yang belum mohon pihak Kemensos membantu penerima,” ungkapnya dihadapan ratusan penerima Jadup untuk Kota Mataram dan KSB, di Mataram (12/7).

Dr Zul mengatakan, Pemprov serius memperhatikan bantuan itu meski terlambat karena, banyak persiapan administrasi dan selaku pemerintah daerah hanya sebagai saksi penyaluran yang tepat sesuai janji pemerintah Pusat.

“Masyarakat jadi senang walaupun hanya Rp 600 ribu satu jiwa. Tapi kali lima misalnya kan jadi banyak. Saat ini pihak BNI menyerahkan kartu ATM kepada mereka dan sudah bisa langsung diambil,” katanya.

Mantan Anggota DPR RI ini meminta semua penerima harus kontrol diri, jangan sampai uang Jadup dipergunakan untuk beli Hand Phone (HP). Gunakanlah untuk kebutuhan sehari-hari yang lebih produktif. Meski jumlahnya tidak seberapa.

Bagaimana jika pencairan tahap dua lamban? Gubernur pengganti TGB itu mengaku tetap kontrol.

“Nanti kita cek. Tapi kita harus hargai karena proses pendataan itu tidak bisa juga cepat,” cetusnya.

Direktur Rehabilitasi Sosial penyandang disabilitas Kemensos RI, Margowiyono yang sebelumnya menjabat Direktur jaminan perlindungan sosial korban bencana Alam, tekankan kepada penerima agar bantuan itu dimanfaatkan denga baik, 1 jiwa memperoleh Rp 600 ribu, jika ada anggota keluarga enam orang tinggal dikalikan saja.

“Jangan buat beli rokok, pulsa apalagi beli HP, Jadup ini tali asih pemerintah,” ujar dia.

Yang jelas, pemberian buku rekening bantuan Jadup sudah jelas beserta uangnya. Kalau di buku rekening kosong supaya segera disampaikan. Jangan sampai uang Rp 11,4 miliar itu tidak ada dalam rekening apalagi salah pemanfaatan.

Untuk diketahui, penyaluran Jadup tahap 1 itu sebanyak 15 ribu lebih untuk penerima kota mataram KSB. Namun, yang diundang hanya 200 orang sebagai perwakilan atau simbolis.

“Yang kita diserahkan yakni ATM dan PIN, bisa langsung ambil uangnya di counter ATM BNI terdekat BNI dan tidak ada potongan. Untuk penyerahan berikutnya bagi kota Mataram, akan dijadwalkan lagi,” tutupnya.(TN-04)

Related Articles

Back to top button