Pemerintahan

Dr Zul Akan Masukan Mitigasi Bencana Jadi Program APBD

Mataram, Talikanews.com – Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan daerah lintasan sesar nike kegempaan. Malah, ratusan ribu rumah masyarakat diporak-porandakan dan menelan ratusan korban jiwa akibat gempa tahun 2018. Oleh sebeb itu, Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah masukkan mitigasi bencana program APBD.

“Salah satu prioritas program kita malah kebencanaan. Makanya salah satu misi kita yakni tangguh dan mantap itu untuk mitigasi bencana,” ungkapnya Jumat (12/7).

Dia menyampaikan, masyarakat harus maknai berita atau informasi potensi gempa bumi mencapai 8,5 magnitudo seperti yang disampaikan ahli kegempaan dan BMKG. Bahkan, berita itu sempat bikin orang kaget, mestinya domain positif.

Menurut Dr Zul, bencana gempa bumi itu bisa saja terjadi kapan saja dan tidak hanya melanda NTB melainkan beberapa daerah di seluruh Indonesia dan dunia. Sehingga pemerintah terutama masyarakat harus siap menghadapi bencana.

“Saya ke Darwin Australia ternyata, mereka punya Crisis Center, makanan yang siap dimasukkan dalam tas sudah mereka siapkan. Ada juga rumah sakit yang dalam 30 menit bisa jadi peralatannya ketika bencana terjadi,” kata dia.

Informasi dan pengalaman yang di dapat di Darwin langsung disampaikan ke BPBD NTB. Malah, jawabannya, ternyata pemerintah provinsi mempunyai alat-alat seperti dimiliki Darwin. Hanya saja, tidak terpelihara dengan baik.

“Jangan sampai nunggu bencana dulu baru kita siap-siap. Kita juga akan minta supaya betul betul ada simulasi dan tentu persiapan, perlu kehati-hatian. Jangan sampai nanti pas bencana ada alat yang kurang dan sebagainya. Itulah sebabnya program mitigasi akan dimasukkan ke APBD,” cetusnya

Bagaimana soal keluhan konstruksi bangunan. Setelah dirinya melakukan kroscek dilapangan, memang diakuinya ada yang mau main-main dengan kualitas bangunan. Apalgi ini soal uang jadi, Integritas dan kejujuran menjadi tantangan besar semua pihak.

Soal usulan mitigasi BMKG yang sudah ajuka proposal sosialisasi mitigasi? BMKG sudah bertemu, namun belum ada usulan.

“BMKG udah ketemu saya, nggak ada usulan. Kecuali ada usulan program sosialisasi, tetapi nanti kita folow up lah,” pungkasnya.(TN-04)

Tags

Related Articles

Back to top button