Daerah

Pemda Loteng Sikapi Permasalahan Kekeringan

Lombok Tengah, Talikanews.com – Musim kemarau kekeringan menjadi persoalan setiap tahun, tentu akan berdampak pada minimnya kebutuhan air bersih dan terhambatnya sektor pertanian yang ada di Loteng. Menanggapi permasalah tersebut, Sekda Loteng, HM. Nursiah bersama OPD Lingkup Kabupaten Loteng, Perusahaan, dan BUMN menggelar rapat membahas penanganan kekeringan di Ruang Rapat Kantor Bupati, Kamis (11/07).

Sekda Loteng HM. Nursiah yang memimpin rapat menyampaikan bahwa penanganan kekeringan bagian dari pembangunan daerah. Sebagaimana diketahui bahwa daerah Loteng merupakan daerah yang terdampak kekeringan pada tahun ini, akibat musim kemarau ini tentu berdampak pada lahan tanam dan kekurangan air bersih.

“Dampak dari musim kemarau itu tentu banyak sekali seperti kekurangan air bersih dan terkadang bisa gagal panen,”terang Nursiah.

Lanjut Nursiah penanganan kekeringan tersebut akan kita fokus pada permasalahan hal pendistribusian air bersih ke masyarakat. Sebab PU sudah ditugaskan untuk menangani masalah kekeringan lahan tanam.

“Adapun upaya yang telah dilakukan Pemda sudah dimulai untuk pembagian air bersih. Sedangkan untuk air lahan tanam dinas PU sudah ditugaskan menangani. Sehingga yang menjadi focus pembahasan saat ini dalam jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” jelasnya.

Sekda juga menambahkan dari 12 kecamatan yang ada di Loteng hanya 8 kecamatam yang terdampak kekeringan yakni Kecamatan Praya Barat, Praya Barat Daya, Pujut, Praya Tengah, Praya Timur, Kecamatan Janapria, termasuk Kecamatan Praya dan Jonggat dengan 83 desa dari 127 desa di Loteng selain itu juga luas lahan tanam sekitar 952 hektar yang mengalami kekeringan.

“Hanya 8 Kecamatan yang terdampak kekeringan sementara lahan tanam sekitar 952 hektar ,” imbuhnya.

Terkait bencana kekeringan yang dialami, Sekda mengharapkan sinergitas dari perusahaan, BUMN, masyarakat, dan lainnya. Karena penanganan kekeringan ini perlu perhatian semua lini dan terpadu dari pihak ketiga dan masyarakat. Mengingat, Pemda sendiri ada keterbatasan alat dan armada untuk menangani semua itu. Mengingat jumlah wilayah yang terdampak sangat luas.

“Kami harap perusahaan, BUMN, dan masyarakat bisa ikut berkontribusi menangani kekeringan ini terutama untuk penanganan air bersih,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Loteng, H. Muhamad memaparkan pihaknya sudah menyiapkan sekitar 218 tangki untuk melakukan pendistribusian air bersih. Pihaknya juga sudah memetakan jumlah desa yang akan menjadi prioritas pendistribsian.

“Kita sudah mulai mendistribusikan ait bersih untuk keperluan rumah tangga pada hari sabtu kemarin dan Jumlah desa serta dusun terdampak sudah kita data semntara stok air bersih yang akan didistribusi hanya bisa untuk 1 bulan. Selama 1 bulan itu kita membagi 4 armada untuk keluar,” pungkasnya. (TN-03)

Tags

Related Articles

Back to top button