Nasional

PPP Bentuk Desk Pilkada Untuk Dorong Kader Internal

Mataram, Talikanews.com – Adanya instruksi Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan pembangunan (PPP) agar seluruh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPP di seluruh Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Barat. Instruksi itu membuat DPW PPP NTB akan bentuk Desk Pilkada dan jika tidak ada kendala, Agustus mendatang akan dibentuk untuk memprioritaskan kader internal partai supaya ikut dalam kontestasipemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

“Ini instruksi langsung DPP memprioritaskan kader bisa diusung di Pilkada2020,” ungkap Wakil Ketua DPW PPP NTB Nurdin Ranggabarani di Mataram, Selasa.

Dia menyampaikan, sebelum menjaring calon kepala daerah, PPP akan membentuk tim deskpilkada terlebih dahulu. Tim ini nantinya akan bekerja menjaring siapa bakal calon yang dinilaipantas untuk dicalonkan pada Pilkada 2020.

“Jika tidak ada kendala, Agustus nanti desk pilkada sudah dibentuk,” kata dia.

Anggota DPRD NTB itu menjelaskan, PPP memiliki banyak kader yang mumpuni untuk didorong kemudian dicalonkan baik jadi bupati atau wali kota berkompetisi pada pilkada serentak yang akan berlangsung di tujuh kabupaten/kota itu.

“Acuan kita, Pileg 2019 itu, di Kabupaten Bima kita dapat pimpinan, di Lombok Tengah juga kita pimpinan, Kota Mataram juga demikian, termasuk di Kabupaten Sumbawa. Jadi di beberapa daerah kader-kader PPP bisa diperhitungkan sebagai calon bupati atau wali kota,” ujar Nurdin.

Melihat potensi-potensi kader tersebut lanjut Politisi PPP asal Sumbawa itu, DPP PPP mencoba mendorong agar kader internal untuk ikut bertarung dalam kontestasi pilkada serentak.

“Alasan DPP perintahkan Pengurus Partai di kabupaten/kota yang perolehan suaranya signifikan berdasarkan hasil Pileg 2019, agar kadernya yang mumpuni diusung,” tuturnya

Meski demikian, pihaknya tidak menutup ruang dari calon eksternal menggunakan PPP untuk maju dalam pilkadakarena PPP merupakan partai terbuka.

Bagaimana dengan Nurdin sendiri? Semua memiliki peluang, namun kader internal tetap menjadi prioritas utama.

“Kalau saya, masih terlalu dini untuk membicarakan apakah maju atau tidak, hanya saja jika partai menginginkan dirinya maju, iya pasti siap apalagi ada instruksi partai,” cetusnya sembari mengatakan, kalau dirinya yang sampaikan keinginan dianggap subjektif nantinya.

“Yang jelas kita akan maju kalau ada perintah partai. Apalagi misal akan didorong PKS,” tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button