Daerah

Gizi Buruk di NTB Masih Tinggi

Mataram, Talikanews.com – Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi menyampaikan, Posyandu merupakan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM. Dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. 

Tujuannya adalah memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan dalam memperoleh pelayanan kesehataan dasar, sekaligus mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Terlebih angka gizi buruk (stunting) di NTB masih rektif tinggi, terangnya. Misalnya tahun 2017 masih mencapai 150 ribu anak, atau sekitar 37,2 persen. Meski mengalami penyusutan hingga 32 persen.

Namun menurut dr. Eka, angka kasus sebanyak itu termasuk katagori buruk. Sehingga upaya merevitalisasi posyandu-posyandu yang ada, perlu dipercepat guna memberi pembinaan dan pemantauan, ujarnya.

Bahkan dalam pandangannya, diperlukan Advokasi dan sosialisasi pemanfaatan dana desa untuk posyandu. Menurutnya dukungan anggaran dari dana desa sangat efisien guna mendukung segala kebijakan pelayanan kesehatan posyandu di desa. (TN-04)

Related Articles

Back to top button