Nasional

DPMPD Dukcapil NTB Intervensi Program Reviltalisasi Posyandu

Mataram, Talikanews.com – Kepala Dinas BPMPD NTB Dr. H. Ashari berjanji akan memperkuat intervensi dana desa demi terwujudnya program reviltalisasi posyandu ini. Sebab dana deaa diberikan secara luas untuk peningkatan kesehatan dalam hal penguatan pokjanal posyandu.

Namun dibeberapa kecamatan dan kabupaten, anggaran untuk penguatan pokjanal tidak terealisasi dengan baik.

Hal itu menurut Azhari dikarenakan belum adanya regulasi sebagai landasan dari setiap kebijakan anggaran untuk memperkuat kegiatan pokjanal posyandu kesehatan.

“Kita sudah membuat surat gubernur yang dilayangkan kepada bupati dan walikota, agar revitalisasi posyandu terkait honorarium kader pokjanal posyandu dapat berjalan. Sehingga program itu dapat berjalan dengan baik melalui anggaran dari desa,” ungkapnya.

Beberapa strategi yang akan ditempuh Pemda NTB untuk program revitalisasi posyandu ini. Pertama, peningkatan strata posyandu aktif (Purnama dan Mandiri) menjadi posyandu keluarga. Dalam hal ini akan diperkuat proses identifikasi, pemetaan, pembinaan ke kabupaten kota dan kegiatan monitoring serta evaluasi lapisan posyandu untuk mengukur keberhasilan lapisan posyandu yang akan direvitalisasi.

Kedua; Pembentukan pokja posyandu tingkat desa. Akan dipilih anggota masyarakat yang bersedia, mampu, dan memiliki waktu untuk mengelola kegiatan Posyandu di tingkat (Pokjanal) sebagai kader.

Dalam hal ini, akan dilakukan Identifikasi Regulasi Pokja Posyandu, FGD kondisi pokjal, pembinaan Pokja/Pokjanal SDM pengelola kader, sertifikasi kader, identifikasi kader pokja aktif yang telah mendapatkan pelatihan, pembianaan pokja kabupaten kota, sertifikat kader, rekrutmen kader baru, peningkatan kapasitas kader dan evaluasi keaktifan kader.

Ketiga; Peningkatan sarana dan prasarana pelayanan yang memadai.

Keempat; Sistem Informasi Posyandu melalui Revitalisasi Dasawisma.

Kelima; Menyiapkan aplikasi Sistem Informasi Posyandu (SIP).

Keenam, Konvergensi Penanganan Masalah Kesehatan yang difokuskan pada Pelayanan Kesehatan Dasar untuk Semua Umur, Bina Keluarga Balita (BKB), pembentukan Kelas Stunting dan Kelas Ibu Hamil.

Melakukan Sosialisasi Zero Waste, Sosialisasi Kebencanaan, Sosialisasi Pelestariaan lingkungan, Sosialisasi PUP (Pendewasaan Usia Perkawinan) dari tim DP3AP2KB, Sosialisasi Bahaya Narkoba dari tim BNN, Sosialisasi Manajemen Keuangan Keluarga oleh Bank Indoensia, Sosialisasi Ketahanan Keluarga, Pengasuhan anak pola asuh remaja (PAAR) semua dan Posyandu awards. (TN-04)

Related Articles

Back to top button