Pemerintahan

Ruslan Turmuzi Akan Inisiasi Pembentukan Kota Lombok Praya

Mataram, Talikanews.com – Salah seorang Anggota DPRD NTB, juga putra asli Lombok Tengah, H Ruslan Turmuzi akan inisiasi terbentuknya Kota Lombok Praya.

Dia menyampaikan beberapa alasan dan pertimbangan sehingga punya pemikiran seperti itu bahwa, Lombok Tengah adalah salah satu Kabupaten yang dijadikan uji coba daerah otonom di NTB khususnya Indonesia beberapa tahun lalu.

Tidak hanya Lombok Tengah, ada beberapa kabupaten juga dijadikan pioner dan ditunjuk sebagai daerah otonomi. Hanya saja, yang jadi persoalan Loteng merupakan salah satu daerah yang indeks pembangunan manusia (IPM) nomor 9 di NTB dari 10 kabupaten/kota. Namun saat ini pasti ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Loteng ini memiliki jumlah penduduk nomor 2 setelah Lotim. Namun IPM masih sangat dibawah rata-rata, kalau pun begitu tetap optimis mampu bentuk kota Lombok Praya,” ungkapnya Selasa (9/7).

Selain alasan itu, letak geografis loteng merupakan sentral semua daerah. Dari sisi pembangunan, hampir separuh program pemerintah pusat ada di Loteng. Namun dibalik itu, loteng tidak memiliki perguruan tinggi sekelas universitas.

“Itulah sebabnya SDM itu rendah. Dari sisi kesehatan, Loteng terpuruk. Sehingga pemerintah pusat juga akan bangun rumah sakit Internasional di Loteng.

Secara Ekonomi juga lanjut Politisi PDIP ini, Loteng juga ketempatan kawasan ekonomi khusus (KEK), kalau pun perekonomian masyarakat tidak bisa berubah.

“Inti dari apa yang saya sampaikan bahwa ingin bentuk Kota Lombok Praya adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan bentuk daerah otonom baru dengan batas wilayah, jumlah penduduk dan lain sebagainya,” tutur dia.

Alasan lain, antisipasi manakala terjadi pemisahan Provinsi Lombok-Sumbawa. Karena titik atau wilayah yang tepat dijadikan Ibu kota Provinsi itu adalah Loteng. Bicara syarat itu secara geografis, keberadaan ibu kota Provinsi di Mataram dinilai sudah tidak mampu karena keterbatasan wilayah.

Dimana, Mataram tidak mungkin ada perkembangan wilayah, termasuk kepadatan penduduk sudah tidak mampu ditampung. Kalau Loteng terdiri dari 12 kecamatan, ada beberapa kecamatan yang bisa dimekarkan seperti Pujut, bisa dipecah jadi 2, kemudian Jonggat.

“Nah, Lima kecamatan itu nantinya dibentuk jadi kota Lombok Praya,” cetus dia.

Kendati demikian lanjutnya, pasti membutuhkan adanya dorongan secara politik, kemudian bentuk panitia pencepatan daerah otonom baru. “Kita harapkan Pemerintah juga bantu paling tidak berikan anggaran,” tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button