Daerah

Ermawati dan Marhamah Gagal Tunaikan Ibadah Haji Lantaran Hamil

Mataram, Talikanews.com – Dua dari 455 jemaah haji kelompok terbang pertama asal Nusa Tenggara Barat yakni Ermawati dan Marhamah, gagal berangkat ke Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi lantaran hamil muda.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, keduanya diketahui tengah hamil.

“Setelah tim medis periksa kesehatan, dua diantaranya ditemukan sedang hamil muda. Itu alasan kami menunda penerbangan demi kesehatan janin yang dikandungnya,” ungkap Ali Fikri, Kepala Bidang Haji dan Umrah di Asrama Haji jalan lingkar Mataram, Sabtu (6/6).

Dia menjelaskan, pemberangkatan Kloter pertama itu menggunakan Garuda Airline 5301 pada pukul 00.30 wita Minggu dini hari tanggal 7 Juli 2019.

“Saat jemaah haji berada di embarkasi dilakukan pemeriksaan akhir kesehatan jemaah untuk mengetahui apakah jemaah tersebut laik terbang atau tidak. Sehingga ditemukan dua jamaah terdeteksi hamil,” kata dia.

Dia merincikan untuk Jamaah Haji atas nama Emawati, di deteksi sedang Hamil 7 minggu. Kemudian atas nama Marhamah di deteksi hamil diluar kandungan. Dengan demikian, secara aturan penerbangan tidak laik terbang.

“Ini dasar kami tidak memberangkatkan ke dua orang tersebut karena hamil diluar kandungan resikonya lebih berat,” tutup dia.

Disatu sisi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB, H Nasruddin mengatakan jumlah Jemaah haji NTB yang diberangkatkan pada kloter pertama ada 455 orang termasuk lima orang petugas haji.

“Alhamdulillah jemaah haji kloter pertama kita berangkatkan,” ujar dia.

Ia menjelaskan, total keseluruhan Jemaah haji NTB 4.906 orang terbagi dalam 11 kloter dan penerbangan yang dimulai diberangkatkan 7 Juli hingga 20 Juli 2019.

“Dari 4.906 orang, terdapat 308 jemaah haji tambahan,” papar Nasruddin.

Khusus Jemaah haji kloter pertama ini, Nasruddin mengingatkan, agar seluruh Jemaah haji menjaga kesehatan, perbanyak minum air, dan istirahat termasuk membantai obat-obatan mengingat cuaca di Arab Saudi mencapai 40 derajat celsius.

“Jemaah haji kloter pertama sangat riskan. Karena masa tunggu di arofahnya sangat panjang. Sehingga kita harapkan tidak terlalu banyak aktivitas yangtidak penting. Artinya menjaga diri kondisinya supaya nanti waktu ibadanya betul-betuk fit dan sehat,” tegasnya.

Hal itu ditegaskan karena sesungguhnya haji itu wuquf di Arafah. Jadi sangat riharapkan jemaah haji kloter pertama dan kedua nanti jangan terlalu di porsir tenaganya, hingga menunggu lama saat wuquf siap.

Untuk diketahui, jemaah haji NTB diberangkatkan melalui Bandara Lombok International Airport (LIA) menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan jenis pesawat Boeing 747-400 dengan kapasitas 455 tempat duduk yang terbang langsung menuju ke Madinah pada Sabtu mala atau Minggu dini hari.

Keberangkatan 455 jemaah haji kloter 1 Embarkasi Lombok yang merupakan calon utuh asal Kabupaten Lombok Timur (Lotim), dilepas langsung oleh Asisten III Setda Provinsi NTB, Hj Hartinah mewakili Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah yang berhalangan hadir, di Asrama Haji Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram, Sabtu sore.(TN-04)

Related Articles

Back to top button