Daerah

BP3TKI Mataram Dalami Insiden Meninggalnya TKW Asal NTB

Mataram, Talikanews.com – Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nusa Tenggara Barat sedang lakukan pendalaman terhadap kasus insiden meninggal dunianya TKW asal NTB di Arab Saudi, Mekkah.

“Kami masih telusuri dulu,” ungkap Kepala BP3TKI Matatam, Noerman pada Sabtu (22/6).

Noerman menyampaikan, masih mencoba lakukan komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan perwakilan BNP2TKI untuk mendapatkan informasi serta data real TKW yang mengalami musibah di Mekkah.

Untuk diketahui, peristiwa kebakaran yang menimpa sebuah kontrakan di daerah Nakasah Makkah Arab Saudi Jumat (21/6) dinihari kemarin, menelan 5 korban TKW asal Lombok, 2 di antaranya meninggal di tempat, 2 lainnya meninggal di rumah sakit dan 1 di antaranya selamat.

Informasi yang diserap media ini dari Arab Saudi, korban-korban tersebut atas nama Jani, Asal Desa Jago Kecamatan Praya, Kaini, asal Bereme, Tari asal Tongkek Bolok Kelurahan Sesake Praya Tengah, dan Ida, asal Bangket Dalam Kediri, sedangkan yang berhasil selamat namun dalam kondisi yang sangat kritis atas nama Nunung Indah Pratiwi asal Keruak Lombok Timur.

Nunung Indah Pratiwi, TKW asal Lotim, yang selamat pada insiden kebakaran di Nakasah Arab Saudi, namun masih dalam kondisi kritis. Disinyalir, kebakaran terjadi akibat ledakan dari mesin pendingin ruangan (AC), dan untuk sementara, KJRI Arab Saudi masih meninjau kondisi korban di Rumah Sakit setempat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi mengenai korban lainnya. Keluarga korban pun masih saling menghubungi melalui sosial media guna memastikan adanya korban lain yang jatuh akibat peristiwa tersebut, sembari menunggu informasi lebih lanjut mengenai pemulangan jenazah korban tewas.

Salah seorang keluarga korban yakni Amaq Mus asal Jago Daye, Jago Desa Jago Praya menyatakan berduka cita atas insiden meninggal dunia menantunya itu. Bahkan, keluarganya langsung menggelar shalat ghaib pada Sabtu (22/6) kemarin.

“Kami ikhlas karena sudah merupakan takdir. Namun kami berharap jenazah bisa dipulangkan untuk dimakamkan di kampung halaman,” pintanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Agus Patria mengaku masih menunggu informasi dari KJRI Arab Saudi. Kami belum berani berikan statemen lebih jauh, apalagi menyangkut dokumen TKW karena belum dipastikan karena masih menunggu data bersangkutan sedang dalam penelusuran KJRI,” kata dia.

Yang jelas, informasi yangg diterima dua korban atas nama Kaini dan Ida Royani telah mendapatkan persetujuan pihak keluarga untuk dimakamkan di Mekkah.(TN-04)

Related Articles

Back to top button