Daerah

Penutupan Tambang Gunung Prabu Masih Carikan Pola?

Mataram, Talikanews.com – Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB masih mencarikan pola penutupan tambang galian Gunung Prabu, Lombok Tengah dan Galian Sekotong Lombok Barat.

Kepala Dinas ESDM Provinsi NTB, M Husni menegaskan, saat ini masih inventarisasi titik-titik lokasi penambangan yang ada di NTB. Dimana, sekitar 200 lokasi penambangan galian C, Kabupaten mendominasi ada di Pringgabaya Lombok Timur.

“Kami sedang mencari pola penutupan galian itu karena disana mata pencaharian masyarakat. Jangan sampai setelah ditutup, mata pencaharian masyarakat hilang,” ungkapnya di Mataram Kamis (20/6).

Husni menegaskan, sudah berusaha menutup galian tambang Gunung Prabu Lombok. Akan tetapi, faktanya masyarakat kembali melakukan aktivitas disebabkan penggalian itu merupakan mata pencaharian mereka.

Bagi dia, Galian Prabu itu bukan pintu yang bisa dengan cepat ditutup tanpa mempertimbangkan kondisi masyarakat sekitar.

“Bukan Prabu saja, Sekotong dan Sumbawa juga,” kata dia.

Disinggung apakah pertambangan denga Pariwisata bisa dikawinkan dalam arti tidak saling mengganggu akibat bahan kimia? Menurut Husni, tergantung bagaimana perencanaan, malah, tambang di AMNT bisa saja dijadikan tempat wisata kalau perencanaan bagus.

“Intinya kami tetap koordinasi dengan pemerintah daerah seperti Loteng. Belum ada kendala, hanya masih memikirkan pola mata pencaharian masyarakat setempat saja,” papar dia.

Apakah galian gunung prabu memiliki izin? Dengan tegas Husni bahwa Prabu tidak punya izin, malah dirinya mempertanyakan siapa yang pernah bilang galian Prabu tersebut ada izin. Bahkan penjelasan dari Pemerintah Daerah Loteng tidak mengeluarkan izin atas nama perusahaan mana pun.

Hingga saat ini lanjutnya, Dinas belum selesai inventarisasi tambang-tambang yang tidak mengantongi izin maupun sudah kantongi izin resmi.

“Kita mau rubah pola, masyarakat mau kerja apa nanti setelah ditutup. Ini yang membutuhkan pertimbangan,” tutupnya. (TN-04)

Tags

Related Articles

Back to top button