Pemerintahan

Berbagai pertimbangan, Pansus Putuskan Wisma Malang di jual

Lombok Tengah, Talikanews.com – Dengan perjalanan dan waktu yang cukup panjang akhirnya Panitia Khusus (Pansus) penjualan aset Pemkab Lombok Tengah berupa Wisma di Malang Jawa Timur sudah menyelesaikan tugasnya melalui sidang pairpurna yang digelar pada Rabu (28/05) di gedung DPRD Loteng.

Dalam sidang paripurna itu Pansus menyampaikan hasil kerja mereka selama beberapa bulan lalu yang di sampaikan oleh juru bicara Pansus Aset Malang, M.Tauhid yang juga merupakan Sekretaris Pansus.

M. Tauhid politisi partai Grindra itu menyampaikan hasil kerja pansus, selama ini dalam beberapa fase atau step by step mulai dari melakukan kunjungan kerja ke Wisma tentu sudah tahu apa penyebap mahasiawa tidak mau menempati Wisma Malang yang seharusnya merupakan sebuah sarana yang dipersiapkan bagi mahasiswa asal Lombok Tengah yang menimba ilmu di tempat itu.

“Ketika kami bersama tim mengunjungi lokasi Wisma Malang , pertama menilai dari sisi ekonomis, bahwa Wisma Malang itu tidak dapat dipergunakan secara optimal oleh mahasiswa asal Lombok Tengah, karena lokasinya cukup jauh dari Kampus sehungga mahasiswa enggan untuk menempati wisma itu,” ungkap M. Tauhid

Alasan kedua lanjut Politisi Partai Gerindra ini Wisma dimaksud juga tidak dihuni oleh mahasiswa dan bahkan ditempati oleh orang lain yang notabene bukan tercatat sebagai mahasiswa asal Lombok Tengah sebagai pihak yang berhak.

“Wisma itu sudah tidak di tempati lagi oleh mahasiswa asal lombok tengah melainkan di tempati oleh orang lain,” terang M.Tauhid

Sementara dari segi sosiologis, Tauhid mengatakan bahwa Pansus berpendapat bahwa Wisma Malang bukan hanya sebagai sebatas simbol tetapi juga sebagai representasi dan implemetasi dari Pemkab Lombok Tengah itu sendiri untuk mempermudah mahasiswa yang menimba ilmu di sana.

“Wisma Malang bukan hanya sebagai sebatas simbol tetapi juga sebagai representasi dan implemetasi dari Pemkab Lombok Tengah untuk mensudukung mahasiswa yang menimba ilmu disana,” jelasnya.

Sementara sambung Tauhid Secara Yuridis, lanjutnya, bahwa pengelolaan aset daerah sudah diatur di dalam Permendagri. Diterangkan dalam aturan itu, bahwa aset daerah bisa dipindah tangankan dengan syarat adanya pertimbangan yang matang. Misalnya seperti penjualan aset daerah itu tidak merugikan daerah dan/atau disiapkan pengganti yang lebih baik lagi.

“Kalau mau di jual paling tidak harus ada penggantinya yang lebih bagus lagi sesuai dengan yang di atur dalam permendagari tentang pengelolaan aset daerah,” terang Tauhid

Sementara lanjut Tauhid Pansus juga sudah berkomunikasi dan berdiskusi panjang dengan para mahasiswa Malang dengan hasil mahasiswa sangat setuju dan berharap agar Wisma Malang ini segera dijual oleh Pemkab Loteng.

“Wisma Malang ini boleh dipindah tangankan setelah Pemkab memastikan ada pengganti yang layak bagi mahasiswa itu sendiri ,” tegasnya.

Di akhir penyampaianya M.tauhid mengatakan Pansus memegang teguh prinsip kehati-hatian dalam memecahkan persoalan ini. Dan pada akhirnya, Pansus menetapkan agar Pemkab segera menjual aset Wisma Malang ini dengan berbagai pertimbangan yang sudah dipaparkan dengan tentunya harus segera mencari pengganti yang lebih baik lagi aset itu. 

“Pansus menetapkan agar Pemkab Loteng segera menjual aset Wisma Malang ini dengan berbagai pertimbangan yang sudah dipaparkan,” tutup Tauhid.(TN-03)

Related Articles

Back to top button