Nasional

Puluhan Warga Desa Sukaraja Minta Kejari Praya Percepat Usut Dugaan Penggelapan Dana Desa

Lombok Tengah, Talikanews.com – Pulahan warga Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Kabupaten Loteng pagi tadi mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Praya untuk memberikan dukungan kepada Kejaksan serta mempertanyakan sejauh mana proses penyidikan terhadap laporan yang pernah di ajukan beberapa bulan yang lalu, Rabu (15/05).

Seperti yang di sampaikan Korlap aksi sekaligus Ketua Amuka Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Loteng, Solihin mengatakan, kedatangannya bersama Pemuda, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Desa Sukaraja memberikan dukungan kepada kejaksaan, dalam mengusut kasus yang terjadi di Desa Sukaraja.

“Jadi kedatangan kami ke kantor ini, untuk memberikan dukungan moril kepada penegak hukum (Kejakasaan) dalam memproses kasus yang terjadi di Desa kami dan segara mengusut tuntas ” katanya di hadapan sejumlah wartawan.

Sementara Rezza Faundra Afandi, SH staf Intel Kejari Loteng yang menemui warga Sukaraja mengatakan kasus tindak pidana tipikor yang disangkakan kepada Kades Sukaraja ini sebenarnya sudah ada pengembalian kas yang dilakukan pada bulan Maret dan April, adapun jumlah dana yang sudah di kembalikan pada bulan Marat sebesar Rp 54 juta lebih dan pada bulan April sekitar Rp 18 juta lebih.

“Walupun sudah ada pengembalian dana itu pihak kejaksaan akan tetap mengusut dan menyelidiki pengembalalian uang tersebut,” terang Rezza Faundra Afandi, SH.

Lanjut Rezza Faundra Afandi, SH tadi dirinya dapat informasi terbaru kalau uang yang sudah dikembalikan ke kas desa itu adalah hasil iuran semua staf desa. Namun Terhadap informasi tersebut, pihaknya tentu tidak mungkin menelannya mentah mentah, artinya pihaknya perlu melakukan penyelidikan, terkait informasi yang dilaporkan oleh masyarakat tersebut.

“Informasi yang di sampaikan masyarakat tadi tentu kita akan selidiki kebenarannya dan jika benar dari sanalah kami bisa mengambil langkah selanjutnya,” ungkap Reza.

Terpisah Kepala Seksi (Kasi) Intelejen Kejari Loteng Feby Rudy Purwanto mengaku, setelah dilakukan penyelidikan terdapat Surat Pertanggungjawaban (SPJ), Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2018, yang nilainya sebesar Rp 72 juta, ternyata implementasinya atau pengerjaanya tidak ada. Sehingga dipastikan kepala desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Loteng, diduga melanggar aturan pasal 8 undang undang Tipikor secara sengaja.

“Kurang lebih dua bulan lamanya setelah kami terima laporan dari BPD Desa Sukaraja, sesuai hasil penyelidikan puldata, Kades Sukaraja diduga telah melanggar undang undang Tipikor nomor 8, yang isinya penggelapan dalam jabatan,” tegas Kasi Intelejen Kejari Loteng Feby Rudy Purwanto.(TN-03)

Related Articles

Back to top button