Pemerintahan

Penyegaran Jabatan, Gubernur NTB Kembali Kocok OPD

Mataram, Talikanews.com – Tak ada angin dan tak ada hujan. Gubernur NTB, Zulkieflimansyah kembali mengocok kepala OPD lingkup Pemprov NTB. Sejumlah instansi yang dikocoknya yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Dinas Sosial (Dinsos), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB dan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik).

Adapun OPD Diskominfotik masih lowong atau di Plt kan. Dan terakhir untuk Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda NTB). Dimana, H Muh Suruji yang sebelumnya duduk manis menjadi Kepala OPD Dikbud NTB kini terpaksa harus berada di posisi Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial dan Kemasyarakatan.

Jabatan Kadis Dikbud itu sendiri dijabat H Rusman yang sebelumnya duduk sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Adapun jabatan Rusman di ganti Tribudi Prayitno yang sebelumnya duduk sebagai Kepala OPD Diskomunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB. Untuk kursi Kadis Diskominfotik saat ini di Plt kan oleh Sekdis Kominfotik langsung, Gede Putu Aryadi.

Selanjutnya, Ahsanul Khaliq yang sebelumnya duduk di OPD Dinsos NTB kini gubernur menempatkannya sebagai Kepala Pelaksana BPBD NTB menggantikan posisi Mohammad Rum sementara Rum yang di geser ke posisi Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan Infrastruktur dan Pembangunan.

Saat ini yang menjadi Kepala OPD Dinsos NTB Gubernur mengangkat Wismaningsih Drajadiah yang sebelumnya duduk di posisi Staf Ahli Bidang Sosial dan Kemasyarakatan.

Ridwansyah yang sebelumnya sebagai Kepala Bappeda NTB kini sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Posisi Bappeda NTB diganti Wedha Magma Ardhi yang sebelumnya di Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB itu.

Sejumlah posisi eselon II yang dinilai sedang dibutuhkan saat ini seperti posisi penanganan bencana gempa malah gubernur memindahkan kepada OPD nya. Begitu juga dengan Jaminan Hidup (Jadup) korban gempa yang belum klar dari Mensos, Kepala OPD nya juga diganti.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah menjelaskan rotasi khususnya jabatan OPD dilakukan Pemrov untuk menghindari kebosanan. Dalam sebuah organisasi perlu dilakukan penyegaran demi kerja yang lebih baik.

“Atasi kejenuhan aja sih tujuannya,” ucap gubernur ditemui media usai pelantikan di Mataram kemarin.

Gubernur juga merasa tidak khawatir penanganan gempa akan bermalsah dengan digeser Mohammad Rum oleh Ahsanul Khaliq. Gubernur beralasan pergantian orang itu tidak akan terputuskan sebab Dinsos juga sehari hari mendampingi korban gempa sehingga posisi BPBD itu dianggap tepat.

Sementara Mohammad Rum meski sebagai Staf Ahli Gubernur Nusa Tenggara Barat Bidang Ekonomi, Keuangan Infrastruktur dan Pembangunan namun nanti asisten itu juga akan mengurus gempa terutama berkaitan dengan keuangan. Awalnya posisi Dinsos dan BPBD akan ditukar orangnya namun gubernur melihat sosok Wismaningsih Drajadiah ahli sosial sehingga ia langsung diminta menggantikan jabatan Asanul Khaliq.

“Agak susah kemarin kita fikirkan penggantinya tapi sekrang sudah pas tidak ada yang terputuskan,” kata Bang Zul Sapaan akrab Gubernur itu.

Zul juga menjelaskan posisi Ridwansyah yang digeser padahal tengah semangat menyusun perencanaan pembangunan daerah untuk NTB Gemilang namun kata Gubernur Ridwansyah memiliki sikap leadership yang bagus sehingga nanti diposisi yang baru itu bukan saja mengurus Bappeda tetapi bidang lainnya sehingga tepat.
Adapun untuk Wedha Ardhi sebelumnya juga disebut gubernur sudah lama mengenal Bappeda sehingga tepat jika menggantikan posisi Ridwansyah.

Gubernur mengaku selalu berusaha agar setiap mutasi yang dilakukan tidak menimbulkan kegaduhan, penilaian subyektif tetapi semua itu atas dasar kebutuhan organisasi.

“Kita tidak serpamapangan mutasikan orang,” katanya.

Selain sejumlah OPD itu ada dua orang yang juga harus di geser karena statusnya akan segera masuk masa pensiun seperti Supran di Kepala BPKAD dan Chairul Maksum (CM) yang sebagai salah satu staf ahli gubernur. Untuk posisi Staf Ahli kata Gubernur langsung bisa diganti sementara kepala BPKAD tidak bisa langsung sebab aturan mengatakan harus melalui Pansel. Tapi sementara ini posisinya diduduki oleh Sekban Zainul Islam.

Zul mengaku posisi Staf Ahli yang skrang dengan dulu beda dimana dulu staf ahli dikenal sebagai tempat buangan. Tetapi hari ini sebagai contoh Wismaningsih yang sebelumnya sebagai staf Ahli sekrang ditempatkan sebagai kepala Dinsos.

“Nanti juga Pak Rum (Mantan kalak BPBD) akan kami promosikan sebagai kepala dinas nanti kalau ada yang lowong,” pungkasnya meneriakan contoh.

Berdasarkan lampiran SK gubernur itu sejumlah eselon III dan eselon IV lainnya seperti posisi Kepala Bagian Pemberitaan pada Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang sebelumnya lowong kini diduduki oleh Asnirawati yang sebelumnya duduk sebagai Kepala Bidang Statistik pada Diskominfotik NTB.

Lainnya Muh Fauzan sebelumnya duduk di Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia kini di posisi Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB menggantikan posisi Lalu Surya Bahari. Lalu Surya sendiri menduduki posisi yang ditinggal Muh Fauzan.

Selanjutnya Fatmawati yang sebelumnya menjadi Kepala Bidang Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Nusa Tenggara Barat kini dipercaya sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Nusa Tenggara Barat. Posisi ini tertukar dengan Suwardi.

Fathi yang sebelumnya Kepala Seksi Penunjang Mendi pada Bidang Penunjang Medik Rumah Sakit H. L. Manambai Abdul Kadir kini sebagai Kepala Bidang Penunjang Medik pada Rumah Sakit H. L. Manambai Abdul Kadir. Junaedi sehari Kepala Sub Bagian Keuangan pada Sekretariat Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat kini sebagai Kepala Seksi Investasi dan Pengembangan Usaha pada Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Berikutnya Moh Alfian Fansyuri sebelumnya sebagai Pelaksana pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, kini sebagai Kepala Sub Bagian Keuangan pada Sekretariat Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat. Safrudin yang sebelumnya sebagai pelaksana pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Nusa Tenggara Barat kini sebagai Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian pada Sekretariat Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kemudian Chalid Tomasoang Bulu di Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian pada Sekretariat Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat kemarin diamanahkan Gubernur NTB sebagai Kepala Sub Bidang Fasilitasi Organisasi Politik/Ormas dan Pemilu pada Bidang Pengembangan Politik dan Fasilitasi Organisasi Politik/Ormas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Adapun eselon III lainnya Sapta Wijaya yang sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha pada UPTD Rumah Sakit Mata Provinsi NTB kini sebagai Kepala Seksi Pendidikan, Kesehatan Dan Pembangunan Keluarga Pada Bidang Kesetaraan Gender Dan Kualitas Keluarga Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kemudian M Achiyat Winata Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa Ahli Muda pada Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat kini sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha pada UPTD Rumah Sakit Mata Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Surgawanto yang sebelumnya sebagai Kepala Bidang Penunjang Medik pada Rumah Sakit H. L. Manambai Abdul Kadir kini di non job kan. (TN-04)

Related Articles

Back to top button