Daerah

Luar biasa… Perayaan Hari Kartini di Loteng, Petugas Upacaranya Perempuan

Lombok Tengah, Talikanews.com – Perayaan Hari Kartini 2019 di Lombok Tengah dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Lombok Tengah, Senin (22/4) kali ini ada yang berbeda dan lebih bermakna, sebab semua petugas upacaranya dari kalangan perempuan. Mulai dari Inspektur Upacara di jabat oleh Ketua Penggerak PKK Loteng Ibu Baiq Irma Budiani Suhaili, Komandan Upacaranya Ibu Nining Barsah, Perwira Upacara Heni Yuliana, Pengibar bendera dari Polwan Polres Loteng sedangkan Pembaca Pembukaan UUD 1945 Tutut Dwi Hartanti Rahayu.

Tema peringatan Hari Kartini saat ini adalah ” Perkuat Advokasi Dan aksi nyata untuk peningkatan kwalitas pendidikan formal perempuan ” dimana menurut Ketua Penggerak PKK Loteng Ibu Baiq Irma Budiani Suhaili selaku Inspektur upacara, bahwa Hari Kartini merupakan hari yang menjadi simbol kebangkitan kaum wanita Indonesia dimana wanita memegang peran yang sangat penting bagi kehidupan, tidak hanya dalam kehidupan keluarga juga dalam kehidupan berbangsa dan negara.

“Hari ini wanita menjadi penentu karena telah banyak menempati posisi-posisi penting dan strategis di negara ini serta memegang peran yang sangat penting bagi kehidupan kita, tidak hanya dalam kehidupan keluarga juga dalam kehidupan berbangsa dan negara,” Jelasnya.

Namun demikian, lebih jauh Hj. Bq. Irma Budiani Suhaili FT mengatakan bahwa kaum wanita tidak bisa lepas kodratnya yakni sebagai istri yang berkewajiban taat dan patuh pada suaminya.

“Wanita tidak bisa lepas kodratnya, ia adalah istri yang berkewajiban taat dan patuh pada suaminya,” terangnya.

Kini lanjutnya, sejak 140 tahun yang lalu Kartini sudah menginspirasi wanita Indonesia dan selayaknya semua wanita dapar mengambil pelajaran dari cahaya keberanian dan kecemerlangan Raden Ajeng Kartini yang mendobrak belenggu keterbelakangan dan kolonialisme.

“Sebagai wanita masa kini patut kita mengambil pelajaran dari cahaya keberanian dan kecemerlangan Kartini yang mendobrak belenggu keterbelakangan dan kolonialisme,” tutupnya.(TN-03)

Related Articles

Back to top button