Daerah

Pemda dan Tiga Kades Lingkar Bandara Sepakat Relokasi PKL LIA

Lombok Tengah, Talikanews.com – Untuk memaksimalkan pelayanan dan menjaga kenyamanan di Bandara LIA (Lombok Internasional Airport), Pihak Angkasa Pura I LIA terus melakukan pembangunan di area bandara termasuk penataan lokasi pedagang kaki lima yang berada di sekitar terminal Bandara.

Penataan lapak pedagang kaki lima ini masih menemui kendala dikarenakan pedagang kaki lima yang ada sekarang jumlahnya lebih banyak dibandingkan jumlah lapak yang disiapkan oleh pihak Angkasa Pura, hal ini yang menjadikan pihak Pemda Loteng mencarikan solusi dengan menggelar rapat antara Pemda, Angkasa Pura serta 3 Kepala Desa Lingkar Bandara, tadi pagi di Ruang Tastura Kantor Bupati Loteng, Rabu (10/4).

Misran Edi Airport Operation and Service manager LIA menyampaikan bahwa target internasional Angkasa Pura 1 BIL yaitu Kepuasan penumpang, safety international level dimana sebentar lagi BIL akan menerima kedatangan penumpang yang cukup padat berkaitan dengan pagelaran MotoGP yang di rencanakan akan dibangun tahun 2021 mendatang.

“Saat ini juga di Bandara ada pengalihan perubahan arus lalu lintas roda dua dan roda empat dimana itu merupakan salah satu penataan dalam Bandara termasuk penggunaan lapak PKL,” terang Misran Edi.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Desa Ketara Lalu Buntaran sepakat dan setuju dengan rencana relokasi PKL yang ada di area Bandara LIA karena tujuannya untuk menciptakan kenyamanan namun menurutnya harus mengedepankan aspek kemanusian yang artinya para PKL ini di perlakukan seadil-adilnya jangan sampai ada yang tidak mendapatkan lapak.

“Pihak Koperasi yang menaungi para pedagang, yang bermitra dengan Angkasa Pura harus bertanggung jawab atas anggotanya agar proses relokasi ini bisa berjalan dengan lancar, ” ujar Lalu Buntaran.

Senada Kepala Desa Ketara, Kepala Desa Tanak Awu dan Kepala Desa Penujak Suharto juga menyampaikan hal yang sama, setuju dengan relokasi pasar ini namun meminta kepada pihak koperasi dan otoritas Bandara untuk kedepankan aspek kemanusian jangan sampai ada arogansi dan perlu dilakukan pendekatan.

Mendengar masukan itu Sekda Lombok Tengah H. Nursiah mengatakan bahwa pada dasarnya Pemda Loteng sepakat mendukung kebijakan Angkasa Pura I LIA atas rencana relokasi pedagang yang diberada di Bandara LIA, namun demikian agar proses relokasi ini bisa berjalan cepat dan tidak ada gesekan dengan pedagang, maka memutuskan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendekatan dengan secara kekeluargaan supaya tidak menimbulkan hal-hal yang tidak di inginkan dan juga mengecek langsung jumlah PKL yang sebenarnya.

“Jadi solusinya kita turun bersama kelapangan untuk memastikan berapa jumlah PKL yang belum mendapatkan lapak supaya kita mengetahui jumlah pedagang yang ada sekarang,” tutup Nursiah. (TN-03)

Related Articles

Back to top button