Daerah

Depan Warga Binaan, Gubernur NTB : Dalam Hidup Tak Ada Yang Percuma

Mataram, Talikanews.com – Kegiatan jumpa Bang Zul-Rohmi bukan hanya bagi masyarakat bebas diluar gedung. Kali ini, kegiatan yang diselenggarakan setiap Jumat pagi itu menyisir Lapas kelas IIa Mataram.

Dihadapan para warga binaan (WB), Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah menyampaikan, dalam hidup tidak ada yang percuma. Semua ada maksud dan tujuannya, Allah lebih mengetahui daripada makhluknya.

Untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat, Dr Zul memboyong kepala OPD juga wakilnya yakni Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah bergaur di lapangan Lapas Mataram, Jumat (5/4), bertukar pendapat juga mendengar keluh kesah para warga binaan.

Jumpa Bangzul itu diawali Lagu “Jangan Menyerah” oleh PRCC band, antusias warga binaan tinggi. Bahkan terpantau beberapa ada yang menari, bahkan ada yang menangis karena larut dalam lagu populer dibawakan D’Masiv ini.

“Kami datang lengkap, hampir semua kepala dinas datang. Mudah-mudahan ada perubahan yang bisa kami hadirkan utk bapak dan ibu semua disini,” ungkapnya.

Gubernur menceritakan sebuah kisah Inspiratif tentang persahabatan kepada seluruh hadirin.

“Esensinya adalah, dalam hidup tidak ada yang percuma. Semua ada maksud dan tujuannya, Allah lebih mengetahui daripada makhluk nya,” ujar dia memotivasi warga binaan.

Oleh sebab itu, harus mensyukuri apa yang ada. Apa yang ada pada diri sendiri sudah dihadirkan Allah yang terbaik.

Dalam sesi dialog, warga binaan sangat antusias dan bangga bisa bertemu langsung Gubernur. Dengan penuh harapan aspirasi dan permasalahan yang mereka sampaikan, akan mendapatkan respon cepat dari pemerintah.

Salah seorang warga binaan asal Gunung Sari Lombok Barat yang enggan disebut namanya, menyampaikan keluhan mulai dari masalah kasus yang menjeratnya, kebutuhan alat olahraga, alat musik hingga alat masak dan pemasaran produk karya warga binaan.

“Saya sudah 4 tahun disni, baru pertama kali kami bisa berdiskusi dan bertatap muka dengan Gubernur,” ucapnya.

Mendengar hal itu, Gubernur langsung menjawab dan akan segera menghadirkan kebutuhan warga lapas seperti alat musik dan olahraga. Gubernur juga akan mengkaji ulang kasus hukum tentang ilegal logging.

“InshaAllah apa yang sudah disampaikan akan di bantu. Mengenai tataboga dan alat masak juga akan kita bantu,” terangnya.

Kepala Lapas kelas IIa Mataram Tri Saptono Sambudji memaparkan, total warga binaan sebanyak 1030 orang, kondisi lapas sebenarnya over kapasitas sebanyak 350 persen. Namun berkat dukungan pemerintah daerah dan para stakeholders, kondisi lapas tetap dalam keadaan kondusif dan warga juga dalam kondisi sehat. (TN-04)

Related Articles

Back to top button