Politik

Ketua TGB For Jokowi NTB : Pilpres Ini Ujian Persaudaraan

Mataram, Talikanews.com – Organisasi pemenangan Joko Widodo sebagai Presiden merebut periode ke-2 di NTB cukup banyak. Kini muncul lagi Tuan Guru Bajang (TGB) for Jokowi, yang menyatakan Pilpres bukan ujian ke imanan melainkan ujian persaudaraan sehingga jangan sampai korbankan persaudaraan.

Ketua TGB For Jokowi NTB, HMNS Kasdiono yang merupakan Pengurus DPD Demokrat NTB ini menyampaikan, organisasi pemenangan Joko Widodo-Kyai Ma’aruf Amin ini sudah lama terbentuk. Bahkan, sudah turun melakukan konsolidasi dalam hal pemenangan ke Lombok Utara, Lombok Timur dan Lombok Tengah.

“Hari ini (kemarin,red) rencana ke Lombok Barat. Ini semata-mata untuk memenangkan Jokowi di NTB sebanyak 50 persen,” ungkapnya Kamis (4/4).

Kasdiono menjelaskan, saat turun kelapangan bertemu masyarakat, TGB For Jokowi memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa siapa sebenarnya pak Jokowi, kemudian apa saja yang pernah diperbuat selama jadi Presiden.

Menurutnya, menjadi seorang pemimpin apalagi kepala negara, tidak mungkin bisa menyelesaikan tugas dalam jangka 5 tahun. Sehingga membutuhkan waktu 5 tahun lagi untuk menuntaskan apa yang menjadi program bagi rakyat.
Politisi Demokrat itu mencontohkan, kepemimpinan Dr TGH Zainul Majdi para periode pertama. Memang ada beberapa program tidak bisa dituntaskan seperti pembangunan Islamic Centre (IC). Pada periode ke-2, pembangunan itu dituntaskan.

“Jokowi ini sama perjalanan dengan TGB, sehingga butuh waktu lagi untuk selesaikan program yang sudah dijanjikan bagi rakyat,” kata dia.

Kasdiono menambahkan, jika ada keluhan dari masyarakat mengenai Jokowi belum maksimal, merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, kekurangan itu akan dicapai pada periode berikutnya.

“Kami hanya berpesan kepada semua elemen masyarakat supaya tidak terpengaruh berita haox tentang kinerja Jokowi. Presiden kita sudah berbuat maksimal namun butuh diberikan waktu satu periode lagi tuntaskan sisa pekerjaan,”ujarnya.

Lebih jau Kasdiono menemparkan keterbukaan dan cara bermasyarakat Jokowi. Pada saat NTB diguncang gempa. Meskipun secara protokoler tidak boleh kepala negara menginap di lokasi Gempa. Namun, karena Jokowi ingin bersama masyarakat, lebih memilih menginap di tenda tanpa memikirkan keselamatan sebagai kepala negara.

“Kalau bicara maksimal penanganan korban gempa wajar saja ada orang bilang belum. Karena, tangani persoalan seperti itu, tidal balikkan telapak tangan, Lombok belum selesai disambut gempa Palu, wajar agak lambat. Namun, Jokowi sudah berusaha maksimal,” papar dia.

Disinggung alasan ikut memenangkan Jokowi padahal sebagai pengurus Partai Demokrat? Bagi dia, siapa lagi yang akan dengar selain gurunya yakni TGB. Disamping itu, TGB bisa dikatakan saudara dan sahabat, ketika diperintah langsung mengiyakan ikut.

“Sebelum TGB menentukan pilihan ke Jokowi. Pernah datang ke kampung Jokowi melihat, kroscek kehidupan Jokowi disana. Ternyata Jokowi islam yang taat,” tuturnya sampaikan cerita TGB.

Yang jelas, ia masih ingat pesan TGB bahwa, Pilpres bukan ujian ke imanan melainkan ujian persaudaraan sehingga jangan sampai korbankan persaudaraan dan jangan sampai ada muncul munafik.

“Intinya target usaha tetap ada, paling tidak dari suara Prabowo tahun 2014 sebanyak 70 persen. Bisa Jokowi ambil 50 persen dan ini optimis kita sukses,” tutupnya.(TN-04)

Related Articles

Back to top button