Politik

Rakorwil, GP Ansor Dan Banser Siap Kawal Pemilu 2019

Lombok Tengah, Talikanews.com – Gerakan Pemuda Ansor NTB menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Korwil) berlangsung di Ponpes NU Almansyuriah Ta’limussibyan Bonder, Kecamatan Praya Barat, Loteng. Pada pertemuan yang dihadiri Forkompinda baik tingkat Kabupaten hingga Provinsi itu, GP Ansor bersama Bansernya siap kawal proses Pemilu 2019 hingga sukses.

“Tidak ada yang boleh mengganggu pelaksanaan pemilu ini, jika ada yang mengganggu maka Ansor bersama banser akan di depan. Kita ikut bertanggung jawab mengawasi pemilu ini dan serahkan semua pada penyelenggara karena, kalau kita tidak percaya pada penyelenggara pada siapa kita akan mempercayainya,” ungkap ketua GP Ansor NTB, H Zamroni Azis, Sabtu (30/3).

Zamroni menyampaikan, Rakorwil Ansor ini mengambil peran perangi hoax dan ini untuk berbuat demi bangsa negara, tidak ada hajatan kampanye. Dia menegaskan, hari ini sejarah bangsa telah melaksanakan pemilih DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Serta pemilihan Presiden. Dimana, Ansor berada menjaga keutuhan bangsa dan negara.

Kepala Badan Intelijen Negara Daerah NTB, Tarwo Koesnarno menyampaikan, moment yang sangat penting mengingat saat ini akan ada pemilu. Oleh sebab diharapkan kepada semua pihak, begitu juga Ansor yang ada dimana-mana di berbagai Parpol namun untuk pemilihan presiden sudah punya pilihan sendiri.

Bicara berita hoax, sebanyak 73 berita hoax yang masuk di medsos dalam sehari. Khusus NTB sekitar 20 berita hoax setiap hari. Dimana, berita hoax ini adalah persaingan antar caleg dan sekarang mulai meningkat membuat opini ketidak percayaan terhadap KPU dan Bawaslu seolah-olah dua lembaga ini tidak netral.

“Jika sampai ini terjadi, maka kedepan akan ada berita hoax yang akan muncul bahwa pemilu ini tidak bisa dipercaya lagi dan ini berbahaya,” ujar dia.

Menurutnya, bukan persoalan hoax saja, namun persoalan pemilu ini munculnya kelompok garis keras yang ikut dalam pemilu 2019. Untuk itu sangat penting dikawal bersama. Oleh karenanya, ia mengajak GP Ansor untuk mengawal Pemilu 2019 menjadi pemilu yang lancar dan adil.

“Ancaman asimetris bukan saja perang konvensional namun ancaman degradasi moral yang perlu kita cermati semua dan antisipasi,” terangnya.

Dirbinmas Polda NTB Kombes Pol Benny Basir menyebut bahwa sejarahnya GP Ansor lahir sebelum ada TNI dan Polri yakni tanggal 24 April 1934. Sekarang ada yang mau merubah dasar melalui hoax dan ini pernah terjadi di Lotim bahkan ini telah membuktikan hoax sangat mengancam.

“GP Ansor bersama Polri bersinergis karena Ansor sampai ke pelosok,” tegas dia.

Ketua Yayasan Ponpes Almansyuriah Ta’limussybiyan Hj. Baiq Mulyana menyampaikan pesan dari almarhum TGH Taqiuddin Mansur Bajwa, semua untuk kegiatan NU dan ahlussunnah waljamaah maka Ponpes ini akan selalu siap.

“GP Ansor merupakan salah satu garda terdepan NU, pantang mundur walaupun setapak, tanda-tanda kemenangan itu sudah tampak. Saya selaku kader struktural dan kultural akan mendukung apa yang menjadi keputusan organisasi, saya tidak mengenal Jokowi, akan tetapi saya membela guru saya yakni kiyai Makruf Amin,” tutupnya sembari menegaskan dirinya sangat senang dan setuju dengan kegiatan Rakorwil GP Ansor karena mengajak kebaikan. (TN-04)

Related Articles

Back to top button