Politik

Bawaslu NTB Proses 7 Dugaan Pelanggaran Pemilu

Mataram, Talikanews.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi NTB, sedang memproses 7 (tujuh) dugaan pelanggaran dalam pemilihan umum yang dilakukan beberapa oknum pejabat maupun calon legislatif.

Komisioner Bawaslu NTB, Umar Seth menyampaikan sebanyak 7 kasus dalam proses pendalaman komisioner Bawaslu yang ada di Kabupaten/Kota terhadap para pelanggar.

“Kami masih mendalami dugaan pelanggaran pemilu terhadap 7 orang pelaku,” ungkapnya saat sosialisasi pengawasan partisipatif dalam rangka penguatan peran media untuk melakukan pengawasan pemilu tahun 2019, di Aula Bawaslu NTB, Kamis (28/3).

Adapun lokasi dugaan pelanggaran itu yakni di kabupaten bima sebanyak 3 kasus yaitu dugaan pelanggaran kampanye, 1 sedang proses di KLU, di Sumbawa 2 kasus dan 1 kasus di kota Mataram.

“Pekan depan kemungkinan akan ada hasil dari masing-masing Bawaslu Kabupaten/Kota,” kata dia.

Untuk kasus pelanggaran kampanye yang sudah ada putusan juga terdapat 7 kasus seperti, salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov NTB, inisial AK telah melanggar pasal 280 ayat 1 huruf j.

Dimana AK telah menjanjikan uang juga barang agar salah satu calon legislatif yang didukung diipilih.
Kemudian 1 di Kabupaten Bima, pelaku telah berkampanye difasilitas pemerintah, selanjutnya 1 kasus di Dompu 1, ditambah 3 kasus di Lombok Tengah atas Baiq Sumarni dicoret sebagai Caleg, Suaminya yang merupakan ASN sebagai Kadis Pariwisata dan kerabatnya merupakan Kades dijatuhkan hukuman.

“Ketiga orang itu aktif berkampanye. Itulah dasarnya Baiq Sumarni dicoret jadi calon,” ujarnya.

Tidak hanya itu lanjutnya, terdapat seorang Caleg di Lotim telah menggunakan fasilitas pemerintah saat Musrenbangdes. Dimana, Caleg itu bagikan bahan kampanye dan langsung di coret KPU.

Sementara itu terkait dengan sosialisasi partisipatif, Ketua Bawaslu NTB M.Khualid mengharapkan bagaimana media ambil peran secarah sukarela untuk menyampaikan informasi.

“Karena selama ini banyak informasi yang kami peroleh dari media, soal partisipatif ini sudah berjalan,” pungkasnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button