Politik

DPRD Loteng Gelar Sidang Paripurna Pembahasan Ranperda Perlindungan Mata Air

Lombok Tengah, Talikanews.com – Sidang paripurna pembahasan Ranperda Tentang Perlindungan mata air yang di bahas pada Kamis (21/03) hampir di tunda kembali, karena sidang ini molor jauh dari jadwal di surat undangan yang beredar, dimana dalam surat undangan itu akan di sidangkan sekitar pukul 09.00 wita namu sidang baru dimulai tepat jam 11.29 Wita.

Walaupun sidang Paripurna molor lebih dari 2 setengah jam namun sidang tetep berjalan alot seperti sidang-sidang sebelumnya dan itu terlihat dari fraksi-fraksi menyampaikan pandanganya. Namun sidang kali ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Loteng Munasip.

Pada sidang itu Perwakilan dari Komisi III Mayuki menjelaskan sesuai dengan rancangan Ranperda tentang perlindunag mata air yang merupakan sumber kehidupan hal layak di muka bumi ini, merupakan karunia allah dan semua itu sudah di atur dalam UUD 1945 pada Pasal 33 Ayat (3) yang berbunyi, ”Bumi dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar- besarnya untuk kemakmuran rakyat”.

“Air merupakan sumber kehidupan hal layak di muka bumi ini maka dari itu perlu kita masukkan dalam rancangan peraturan daerah” jelas Mayuki

Selain itu air juga kata Mayuki Pertumbuhan aktivitas manusia tiap tahunnya terus bertambah maka dari itu untuk menghindari kerisis air bersih di Lombok Tengah pada waktu mendatang perlu kita atur mulai dari sekarang menyusun regulasi dalam bentuk peraturan daerah tentang perlindungan mata air tentu dengan melihat beberapa aspek seta melibatkan peran serta masyarakat setempat.

“Perlu kita atur mulai dari sekarang, menyusun regulasi dalam bentuk peraturan daerah tentang perlindungan mata air tentu dengan melihat beberapa aspek serta melibatkan pranserta masyarakat setempat,” jelas Mayuki di hadapan peserta sidang.

Dari Fraksi Golongan Karya L. Mas’ud S.Sos menyampaikan pandangan, seiring dengan pertumbuhan penduduk di Loteng tentu penggunaan air akan semakin meningkat dari untuk itu mengapresiaisi kepada Komisi III yang telah membuka pikiran untuk mengatur regulasi tenang petinya perlindungan terhadap pemampaatan mata air dan kami dari praksi golkar setuju untuk di bahas kembali.

“Terima kasih kepada komisi III telah membuka pikiran kita untuk perlu di atur untuk melindungi pemampaatan mata air,” terangnya.

Lanjut Fraksi Gerindra L. Muhibban menaggapi, hal ini memang baru namun perlu diatur tentang pengelolalan dan perawatan yang di usul komisi III dan mengapresiasi karena ini sangat perlu diatur dan dari Fraksi Gerindra setuju untuk di bahas tingkat lanjut

“Hal ini memang baru namun perlu kita atur tentang pengelolalan dan perawatan mata air,” jelasnya.

Sementara dari Fraksi PKB Hj. Nurul Adha menyampaikan pandangan dalam tata kelola air tentu menjadi tanggung jawab bersama oleh sebab itu perlu adanya dukungan pemerintah dalam perlindunahn mata air dengan mengeluarkan produk hukum dan Fraksi PKB setuju untuk di bahas ke tingakat lanjut.

“Kami setuju di bahas tingkat lanjut karena perlu adanya dukungan pemerintah dalam perlindungan mata air dengan mengeluarkan produk hukum,” terangnya

Begitu juga dari Praksi Demokrat, PPP Dan PBB PKS setuju Ranperda tentang perlindungan matai di bahas tongkat lanjut

Sementara dari Fraksi Nurani Rakyat tidak hadir dan sidang di tutup dengan hasil sidang lanjutan pembahasan ranperda tentang perlindungan mata air akan di bahas tingkat lanjut dengan waktu yang akan di tentukan. (TN-03)

Related Articles

Back to top button