Hukum & Kriminal

Polda NTB Cokok Jaringan Narkoba Lintas Provinsi

Mataram, Talikanews.com – Kepala Bidang Humas Polda NTB, AKBP Purnama menyampaikan bahwa, daerah seribu masjid ini bisa dikatakan darurat narkoba. Hal itu dikatakan karena, pada Bulan Maret 2019 saja hingga tanggal 19, Polda sudah mampu mengungkap Delapan Kasus dengan 10 orang pelaku.

“Presiden saja sudah sampaikan bahwa darurat Narkoba,” ungkapnya saat relis hasil tangkapan kasus Narkoba, Selasa (19/3) di Mapolda NTB.

Dia menyampaikan, saat ini Polda ungkap kasus pengedar Narkoba jenis Ganja oleh pasangan suami-istri (Pasutri) . Pelaku inisial SS (42) laki-laki dan SR (34) perempuan, diungkap pada hari Sabtu tanggal 9 Maret 2019 di salah satu kos-kosan lantai 3 jalan Gunung Merapi nomor 252 Lingkungan Pelita Dasan Agung Kecamatan Selaparang Mataram.

Dimana Barang Bukti (BB) yang disita berupa bibit dan daun Ganja seberat 5040 gram dan dua buah Handphone dengan modus operandi BB dimasukkan ke Jerigen. Berat Daun Ganja saja 5 kg lebih hasil timbang dari badan metriologi. Kalau berat kotor 12 kg karena masih dibungkus dan dalam Jerigen sehingga dibuatkan hasil BAP.

“Modusnya sangat menarik dengan memasukan BB ke Jerigen,” kata dia.

Kalau melihat jenis tipe Ganja itu lanjutnya, diduga berasal dari Aceh. Terhadap Pasutri tersebut dikenakan pasal 114 ayat (2), pasal 111 ayat (2) UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun sampai seumur hidup.

Wakil Direktur (Wadir) Resnarkoba Polda NTB, AKBP Kristopo menambahkan bahwa, pengungkapan kasus Narkoba juga terjadi pada pelaku inisial NH (38) perempuan asal Dompu merupakan pelaku pengedar Narkotika jenis Shabu jaringan antar Provinsi yakni NTB dan Kalimantan Barat dengan jumlah BB 48,25 gram.

“NH ini ditangkap tanggal 8 Maret saat akan transaksi disekitar kantor JNE Kabupaten Dompu, ketika akan mengambil kiriman paket di Kantor JNE,” ujar dia.

Kristopo menambahkan, kalau dihitung harga BB Shabu itu berkisar sekitar 50 juta lebih.

“Penangkapan ini hasil koordinasi Polda NTB dengan Polda Kalbar tentang pengiriman barang yang ditujukan ke Dompu. Ini pun hampir satu bulan kita lakukan koordinasi sehingga bisa diungkap,” papar dia.

Dia menambahkan, saat NH di interogasi mengaku BB tersebut merupakan milik EF merupakan warga Desa Saneo, Kecamatan Woha Kabupaten Dompu, namun belum diserahkan.

Terhadap NH dikenakan pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 112 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Kami masih melakukan pendalaman terhadap EF diduga pemilik yang disebut NH,” tutupnya.

Disatu sisi, Badan Narkotika Nasional Provinsi NTB, mengamankan pelaku inisial RD (41) laki-laki alamat Dusun Pucang Sari Sandik Batu Layar Lombok Barat dengan BB 430 gram jenis Shabu.

Kronologi penangkapan RD, tanggal 16 Maret bidang pemberantasan BNNP menerima informasi dari masyarakat bahwa akan ada Narkoba jenis Shabu akan dikirim dari Riau tujuan Mataram sejumlah 400 gram.

“Informasi itu ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan ke alamat penerima,” terang kepala BNNP NTB, Brigjen Pol M.Nurochman.

Tanggal 18 Maret pukul 13.27 WITA lanjutnya, dilakukan penangkapan terhadap RD di kantor J&T Express, jalan raya Belencong saat akan mengambil barang paketan dan ditemukan BB.

“RD dikenakan pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 112 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button