Sosial

Gempa Susulan Rusak 4,589 Rumah Warga

Mataram, Talikanews.com – Gempa Bumi susulan pasca 2018 berkekuatan Magnitudo 5,8 dan 5,4 yang mengagetkan masyarakat Lombok pada Minggu 17 Maret kemarin merusak 4,589 rumah warga Lombok Timur khususnya Kecamatan Montong Gading. Tidak hanya itu, terdapat 156 orang korban luka-luka dan 3 (tiga) orang Meninggal Dunia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, H Mohammad Rum menyampaikan, data yang masuk sampai saat ini, jumlah rumah rusak sebanyak 4,589 unit dengan rincian, Rusak Berat 876 unit, Rusak Sedang sebanyak 1,617 dan Rusak Ringan 2,096 unit.
“Data ini dihimpun dari Kabupaten Lombok Timur saja,” ungkapnya, Selasa (19/3).

Dia menjelaskan, data korban total 156 orang itu dengan rincian 119 orang di Lombok Timur dan 37 orang lainnya di wilayah Senaru Lombok Utara.

“Tiga korban yang meninggal dunia itu cepat di evakuasi berkat kekompakkan tim gabungan,” kata dia.

Rum mengaku, saat evakuasi yang pertama mendapatkan pertolongan atas nama Tomy (14) WNI asal Senaru dan Tay Sieu Kim (56) WNA Malayasia. Hari berikutnya korban atas nama Lim Sae Wah (56) asal Malaysia.

“Mereka dalam keadaan sudah tidak bernafas lagi atau meninggal dunia,” tuturnya.

Rum menjelaskan, penanganan sementara yang bisa dilakukan tim, yakni pendataan, evakuasi, mendirikan pos pengungsian, kirimkan bantuan berupa terpal, matras, selimut, mie instan dan lauk-pauk.

Adapun usulan penambahan dana stimulan sebesar Rp 2,6 Triliun lebih untuk 7 Kabupaten/Kota terdampak korban gempa bumi. Rincian untuk Kota Mataram sebesar Rp 20 Miliar, Lombok Utara sebesar Rp 1,9 Triliun lebih, kemudian Lombok Barat Rp 75 Miliar lebih, untuk Lombok Tengah sebesar Rp 106 Miliar lebih, Lombok Timur sebesar Rp 382 Miliar lebih, selanjutnya untuk KSB sebesar Rp 184 Miliar lebih dan Kabupaten Sumbawa sebesar Rp 15 Miliar lebih.

Rum menambahkan, rekapitulasi progres pembangunan perbaikan rumah pasca gempa NTB 2018. Hasil verifikasi rumah rusak total 216,519 unit dengan rincian, Rusak Berat sebanyak 14,573 unit (masih proses pembangunan), sebanyak 1,609 unit (sudah selesai).

Untuk yang Rusak Sedang sebanyak 6,612 unit (proses perbaikan) dan 1,315 unit (sudah selesai). Kemudian Rusak Ringan sebanyak 6,612 unit (proses perbaikan) dan 4,259 unit (sudah selesai).

Data kelompok masyarakat (Pokmas) yang sudah terbentuk 6,509 unit dengan 127,749 kepala keluarga (KK). Sementara rekening Pokmas sebanyak 6,348 unit 125,548 Kepala keluarga. Rekening Pokmas yang terisi sebanyak 4,629 unit dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 88,720.

“Distribusi dana stimulan dari BNPB ke BPBD sebesar Rp 3,504 Triliun. Sedangkan dari BPBD ke Masyarakat sebesar Rp 3,502 Triliun,” paparnya.(TN-04)

Related Articles

Back to top button