Pendidikan

Disdik Loteng: Sayangkan Beredarnya Video Pengeroyokan Siswi SMP

Lombok Tengah, Talikanews. com – Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah menyayangkan beredarnya video pengeroyokan pelajar SMP di Kecamatan Pujut sehingga menggemparkan publik.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Lombok Tengah, H.Jumadi, mengaku sangat menyayangkan kasus pengeroyokan tersebut, padahal masalahnya spele.

“Saya sayangkan kasus ini terjadi. Apalagi anak di bawah umur yang gak tau apa-apa,” ungkapnya, Jum’at (15/3).

Dia mengaku, kasus ini sangat mencoreng dunia pendidikan khususnya di Loteng. Kalau pun begitu, tidak sepenuhnya murni kesalahan pihak sekolah. Terlebih kejadiannya bukan saat jam pelajaran dan tidak di lingkungan sekolah.

“Insiden ini merupakan kenakalan remaja karena masih tergolong labil, para pelaku tentu tidak bisa menyikapi persolan dengan bijak dan lebih menuruti emosi sesaat,’ kata dia.

Dia memaparkan, kedua belah pihak sudah saling memaafkan. Oleh sebab itu, sangat diharapkan kepada keluarga korban supaya berbesar hati dalam menyikapi persolan ini. Sehingga bisa diselesaikan tanpa meninggalkan persoalan hukum di kemudian hari. Yang tidak kalah pentingnya, hal ini harus jadi pelajaran agar tidak terulang kembali.

“Pihak sekolah juga kita minta perketat pengawasan dan berikan bimbingan kepada peserta didik melalui kegiatan Imtaq. Atas nama Dinas Pendidikan kami meminta maaf yang sedalam dalamnya atas insiden ini. Walaupun menyakitkan, pasti ada hikmah di balik semua ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, video penganiayaan siswi di Kecamatan Pujut beredar luas di media sosial. Dalam video berdurasi sekitar dua menit tersebut terlihat salah seorang siswi SMPN 1 Pujut dianiaya oleh puluhan siswi lain yang belakangan diketahui merupakan siswi SMPN 2 dan 3 Pujut.

Penganiayaan tersebut sebenarnya terjadi pada bulan Februari lalu. Namun permasalahan muncul beberapa hari lalu saat keluarga korban melihat video penganiayaan tersebut dan langsung melaporkannya ke pihak kepolisian. (TN-03)

Related Articles

Back to top button