Pariwisata

Historical Desa Bondjeroek Datangkan 200 Bayer

Mataram, Talikanews.com – Ditengah proses rehabilitasi dan rekonstruksi NTB pasca diguncang gempa bumi beberapa waktu lalu. Ditambah lagi mahalnya harga tiket pesawat, tidak menurunkan niat Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) NTB, untuk mendatangkan 200 Bayer dari berbagai daerah ke salah satu Desa Wisata Bonjeruk, Kecamatan Jonggat Lombok Tengah.

Dimana, obyek wisata yang memiliki sejarah dikenal sebagai pusat pemerintahan zaman India dan Belanda pada masanya itu masuk rundown Lombok Travel Mart ke-6 yang akan diselenggarakan tanggal 1 sampai 3 Maret mendatang.

“Kegiatan ini semata-mata untuk mendatangkan wisatawan agar target 4 juta wisatawan ke NTB terpenuhi,” ungkap ketua ASPPI NTB, Ahmad Ziadi, Rabu (27/2).

Dia menjelaskan, ASPPI ini memiliki 65 anggota travel agen. Mereka membuat kegiatan LTM untuk mengangkat desa wisata karena daerah sedang giat bangkitkan desa wisata.

“Setelah rangkaian acara seperti welcome dinner, post tour bondjeroek dirangkai table top dan out airport. Kegiatan ini diharapkan mampu tingkatkan wisatawan, terlebih ASPPI akan gelar Rakernas,” kata dia.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, HL Moh Faozal berterima kasih dan mendukung langkah ASPPI yang menggelar event LTM terlebih mendatangkan 200 bayer dari berbagai daerah seluruh Indonesia, disaat Lombok NTB sedang dihadapkan bencana, kemudian harga tiket naik dan bagasi berbayar.

“Kondisi ini bukan hanya terjadi di NTB, malah Bali juga mengalami penurunan terutama logistik. Tapi bulan Maret diperkirakan akan ada peningkatan. Mudahan LTM bisa meningkatkan incum,” tuturnya.

Panitia LTM, Leja Kodi menegaskan, kegiatan Historical Boenjeruk ini bentuk kepedulian untuk tingkatkan wisatawan. Dipilihnya Bunjeruk sebagai lokasi karena pusat pemerintahan India dan Belanda pada masanya.

Disamping itu, tour jarak tempuh tidak jauh baik dari Bandara maupun Mataram. Bisa juga dikombain dengan lokasi wisata seperti Narmada, Lingsar dan Suranadi.

“Alam lokasi sangat subur, ada peninggalan Belanda, disana. Kita juga perkenalkan buah-buah khas Lombok yang ada disana,” ujar dia.

Pusat kegiatan persis ditengah sawah dan pertama kali kegiatan digelar diluar pemandangan pantai. Nantinya, masyarakat setempat akan gunakan bahasa daerah (bahasa Sasak,red) dalam menqwarkan barang, supaya para Bayer merasa lebih mengenal setidaknya ada rasa penasaran.

Panitia juga akan mengenalkan kesenian seperti Tawak-tawak, pembacaan Lontar atau kekayat kata lain cerita lama. Kemudian di Dusun Ombak, perkenalkan Gedeng (rumah, red) wanita tani yang mempersembahkan makanan olahan perempuan disana.

Selanjutnya, Gedeng Sembek (agar tidak kaget,red) masuk wilayah. Gedeng opak (rumah jajanan), dan gedeng cetak.

“Ada acara makan begibung juga. Ini semua agar wisatawan tidak bosen di pantai saja,” papar dia. Adapun target transaksi akibat kegiatan itu diperkirakan mencapai Rp 10 Miliar.(TN-04)

Related Articles

Back to top button