Ekonomi

Misbach: Lombok Hanya Ketempatan Sirkuit, Bali Penikmat

Mataram, Talikanews.com – Masyarakat seluruh dunia sudah mengetahui bahwa tahun 2021, Lombok akan menjadi tuan rumah MotoGP. Kabar gembira tersebut patut disyukuri, hanya saja yang menjadi persoalan adalah Lombok hanya ketempatan lokasi namun sebagai penikmat yakni Bali. Hal itu disampaikan salah seorang pegiat pariwisata NTB, H Misbach Muliadi.

Misbach mengaku sangat bersyukur. Akan tetapi,, yang jadi masalah yakni Lombok belum siap dengan kamar hotel untuk menampung puluhan ribu pecinta MotoGP tersebut.

“Biasanya yang datang itu ratusan ribu. Saat ini, kita belum siap dengan infrastruktur kamar hotel, artinya untuk sementara, hanya Bali yang siap. Inilah maksud saya katakan bahwa Bali yang menikmati keberadaan sirkuit itu,” ungkapnya Selasa (26/2) di Mataram.

Dia memaparkan kenapa Bali yang akan mendapatkan keuntungan. Secara kesiapan infrastruktur, siapa yang tidak tahu bahwa Bali sudah memiliki banyak hotel berbintang dan bertaraf internasional.

Disamping itu, dilihat dari jarak Lombok-Bali sangat dekat. Dimana, para penggemar MotoGP tersebut jelas akan memilih Bali sebagai tempat beristirahat dan menikmati kuliner serta pernak-pernik setempat.

“Tidak takut penggemar MotoGP bolak-balik ke Bali karena disana yang dianggap nyaman dan penerbangan 24 jam” kata dia.

Sementara lanjutnya, kalau melihat kesiapan NTB hanya Infrastruktur jalan. Dimana, dalam kurun waktu 2 tahun, pembangunan hotel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) hanya mampu bangun kamar hotel sebanyak 1000 kamar. Seandainya pihak Vincie bangun, diperkirakan kamarnya sebanyak 1000 kamar.

Saat ini lanjut dia, kesiapan kamar hotel yang dimiliki hotel di NTB sebanyak 6000 kamar mulai dari losmen hingga hotel berbintang. Sementara pengunjung MotoGP itu butuh hotel yang berkelas, kalau seperti itu, hanya Bali mampu menyediakan.

“Untuk sementara, ketempatan sebagai tuan rumah udah sangat luar biasa, selama itu dampak positif ya perekonomian masyarakat akan lebih membaik,” terang dia.

Oleh sebab itu, yang harus dilakukan pemerintah adalah melakukan kerjasama dengan pihak-pihak lain seperti Airlines, kemudian investor dan lain sebagainya.

“Ambil peran penting lah, karena kita berfikir 10 tahun lagi untuk siap,” cetusnya.

Politisi Golkar itu juga berharap pemerintah lebih memanfaatkan keberadaan Poltekpar untuk mencetak lulusan berkelas dunia dan jadikan Poltekpar supaya jadi sekolah unggulan. Bukan hanya memiliki gedung megah namun lulusan tidak berkualitas.

“Tidak cukup dengan apa yang ada sekarang. Memang Gubernur sedang happy kirim mahasiswa ke luar negeri untuk mengenyam pendidikan. Tapi, berharap kedepan kalau bisa orang luar negeri kuliah di NTB,” tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button