Pemerintahan

Ini Alasan Gubernur NTB Rombak Lagi Ratusan Pejabatnya

Mataram, Talikanews.com – Gubernur NTB angkat bicara terkait mutasi besar besaran yang akan dilakukannya dalam waktu dekat ini seperti disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB juga telah menegaskan bahwa gubernur akan memutasikan sekitar 140 an pegawai eselon III dan eselon IV diluar eselon II.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah kembali menegaskan bahwa mutasi itu disebutnya sangat mendesak. Ini menyebabkan terganggu kinerja pelayanan di masing masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih lowong khususnya bagi eselon III dan eselon IV.

“Laporan OPD memang mendesak kita mutasi. Banyak jabatan eselon III dan eselon IV yang lowong,” ungkap Zul, Kamis (14/2).

Saat ini sejumlah nama yang diajukan masing masing OPD akan digodok oleh Bapemperjagat. Ini kata gubernur harus matang sehingga yang dimuat betul betul tepat sasaran.

Gubernur juga mengaku kepala OPD pun tidak menutup kemungkinan akan digeser meski ia tidak menyebutkan siapa saja yang akan digeser itu diluar jabatan Karo Humas Dan Protokoler Setda NTB dan Biro AP yang akan diisi melalui Pansel yang sudah dibuka besok pagi (hari ini, red).

“Kalau eselon II memang kita belum tau tapi nanti kita suruh dikaji matang matang dulu,” kata Gubernur singkat sembari mengatakan “Kalau eselon II memang ada klausul (sebab) dimutasikan,” katanya.

Terkait mutasi itu sebelumnya dijelaskan Kepala BKD NTB, Fathurrahman dimana hasil rapat Bapemperjagat memilih salah satu dari dua opsi yang bisa dilakukan yaitu menunggu setelah 17 Maret mengingat di tanggal itu masa Zulkieflimansyah memimpin NTB genap enam bulan sehingga jika dilakukan mutasi tanpa meminta rekomendasi Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) atau langsung.

Gubernur akan meminta rekomendasi dari Kemendagri dan Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun yang lebih mendekat kata Fathur gubernur akan meminta izin Kemendagri dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Fathur juta menjelaskan selain kabar roling kepada OPD yang lebih penting kata dia mengisi jabatan lowong baik di eselon III yang jumlahnya mengapai 40 an dan eselon IV lebih dari 100 jabatan.

Mengingat per 1 Maret untuk eselon III sudah masuk masa pensiun.
Fathur menjelaskan perpindahan posisi pegawai di salah satu OPD tentunya diusulkan oleh kepala OPD namun Bapemperjagat tentunya akan menggodok usulan itu apakah usulan memindah pegawai karena ada rasa tidak suka, kemudian diliat loyalitas serta penilaian lainnya.

“Yang pasti kita tidak bisa non job kan orang kalau tidak ada posisi lowong. Semua persiapan dilakukan dan digodok Bapemperjagat,” pungkasnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button