Hukum & Kriminal

Komang Dipindah ke Polda Bali, Ini Pesan Sebelum Pergi

Mataram, Talikanews.com – Kombes Pol Komang Suartana diberikan jabatan Direktur Binmas Polda Bali. Oleh sebab itu, mantan Kabid Humas Polda NTB ini titip pesan supaya menjaga kondusifitas keamanan masyarakat daerah seribu masjid dengan menyuguhkan informasi positif, bukan hoax, apalagi berbau sara.

“Terima kasih kepada masyarakat terutama Media massa yang telah membantu kerja Polda sehingga bisa apa yang diharapkan bisa maksimal. Saya dan keluarga minta pamit untuk meninggalkan NTB, waktunya kami berkumpul bersama keluarga di Bali,” ungkapnya usat serah terima jabatan, Senin (11/2).

Dia meminta kepada semua elemen masyarakat terutama media massa untuk membantu Kabid Humas Polda NTB yang baru, khususnya dalam hal pemberitaan positif.

“Kalau pun ada yang negatif, supaya di konfirmasi agar informasi yang disampaikan balance,” katanya.

Disatu sisi, Kabid Humas Polda NTB pengganti Komang Suartana yakni AKBP Purnama SIK sangat bersyukur bisa tatap muka dengan insan pers yang selama ini telah banyak membantu kerja kepolisian.
Rotasi Wadir Shabara meminta kepada media massa untuk samakan persepsi dalam pemberitaan agar komunikasi tetap terjalin.

” Saya siap 24 jam bangun komunikasi dengan insan pers juga masyarakat, kecuali disaat waktu sholat,” ujarnya.

Dia menyampaikan titipan pesan Kapolda bahwa media adalah mitra kerja, harus saling mengisi supaya tidak terjadi perbedaan pendapat karena, media Merupakan pilar Demokrasi.

“Pers mampu tentukan arah bangsa karena informasi yang akan di sampaikan,” ucap dia.

Purnama kembali pertegas pesan Kapolda, agar media berhati-hati dalam menyampaikan informasi yang mengandung isu propaganda.

“Mari berhati-hati sampaikan informasi kepada masyarakat. Apalagi tantangan kedepan di zaman milenial, intinya informasi anti hoax, mari kita seleksi informasi agar bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Menutup perjumpaan itu, Purnama menyampaikan, jika ada informasi yang perlu diklarifikasi atau mendapatkan jawaban dari pak Kapolda, terlebih dahulu supaya melalui Bidang Humas.

“Sampaikan dulu isu yang akan dikonfirmasi untuk kami tindaklanjuti dalam memberikan keterangan. Karena, ada beberapa informasi yang tidak harus disampaikan secara gamblang di media seperti proses penyidikan kasus. Itu semua diatur dalam Undang-undang keterbukaan informasi publik,” tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button