Daerah

Warga Otak Keris Pasang Spanduk Tolak Pembebasan Lahan Semelter PT. AMNT

Sumbawa Barat, Talikanews.com – Wacana pembangunan semelter yang akan di bangun Perusahaan Tambang Emas dan Tembaga PT. Aman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang beroperasi di Kabupaten Sumbawa Barat, menuai pro dan kontra dan menolak lahannya dibebaskan, terlihat di setiap pagar pekarangan warga menuliskan “Pemukiman dan lahan pertanian kami tidak jual”.

Bagaimana tidak, empat desa yang ada di Kecamatan Maluk KSB akan terdampak langsung oleh pembangunan Pabrik pemurnian emas (Semelter) yang di perkirakan akan mekanan lahan seluas 800 ratusan hektar yang saat ini sedang dilakukan pengukuran untuk dilakukannya pembebasan lahan semelter namun tidak semua warga setuju dengan pembebasan lahan tersebut.

Wagiman warga Otak Keris yang sekaligus sebagai Kepala Dusun Otak Keris Desa Maluk Sumbawa Barat, menolak untuk menjual lahan pertanian yang ia miliki bahkan tidak hanya dia seluruh warga otak kerispun tidak setuju dengan wacana tersebut.

“Kami sangat dukung adanya rencana pembangunan Semelter namun kami tidak setuju dan tidak akan menjual lahan yang telah kami garap puluhan tahun ini, kami warga otak keris tidak akan menjual sejengkalpun tanah kami dan kami akan tetap bertahan tidak akan menjualnya, jika pemerintah memaksa, kami siap di kubur hidup-hidup di tanah kami ini,” ucap Wagiman kepada wartawan media ini, Sabtu, (09/02) di kediamannya.

Wagiman juga nenuturkan jika wacana pembangunan semelter itu tidak singkron dengan apa yang telah dilakukan pemerintah, yang telah membangun beberapa fasilitas di Otak Keris “Pemerintah sudah membuat bendungan dan irigasi dan mengaspal jalan hotmik trus sekarang wacana akan di buat semelter kan ini aneh, anggaran yang ratusan juta itu akan sia-sia dan percuma,” cetusnya.

Wagiman berharap pemerintah memperhatikan hak-hak warganya dan mendengar aspirasi warga yang tidak ingin lahannya di bebaskan, pasalnya jika lahan pertanian yang produktif di bebaskan dan di jadikan lokasi pembangunan semelter akan berdampak negatif bagi warga Otak Keris.

“Jika lahan kami dibebaskan kemana kami akan pergi ini adalah satu-satunya tempat kami menggantungkan hidup bersama keluarga kami,” imbuhnya.

Sementara itu di tempat yang sama H. Abu Bakar selaku Kadus Maluk Tengah Desa Maluk Kecamatan maluk juga berpendapat sama dengan warga Otak Keris yang tidak setuju dengan pembebasan lahan tersebut.

“Jika lahan warga di bebaskan mau kemana saudara-saudara kami mencari nafkah, karena itu satu-satunya lahan tempat mereka menggantungkan hidupnya, jika lahan mereka di bebaskan maka tidak ada tempat lagi untuk mereka,” tuturnya.

Lanjut Haji Abubakar, “Dan gara-gara wacana ini, Parman,salah satu warga shok dan kaget karena lahan miliknya akan di bebaskan, bahkan parman sempat di bawa ke pukesmas karena pingsan mendengar kabar tersebut,” imbuhnya.(TN-06)

Related Articles