Daerah

Indonesia Mencatat, Empat Kabupaten di NTB Tertinggi Angka Buta Aksar

Mataram, Talikanews.com – Angka Buta Aksara menuju Nol (Absanol) merupakan satu program prioritas kepemimpinan TGB-Amin yang digenjot tahun 2016 hingga 2017 menyisakan PR. Pemprov melalui kepala dinas pendidikan dan kebudayaan NTB saat itu terus melakukan berbagai formula program untuk bisa menurunkan angka buta Aksara sampai diangka nol.

Hanya saja, upaya program prioritas saat itu masih menjadi PR besar bagi gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat ini. Buta Aksara menjadi salah satu perhatian penting mantan DPR RI tiga periode itu.

Hebohnya lagi, tercatat empat kabupaten kota di NTB masuk kategori penyandang buta aksara tertinggi di Indonesia yaitu di Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Bima, Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Tengah. Kondisi itu disampaikan langsung oleh Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

Bang Zul sapaan akrab gubernur mengatakan untuk mengatasi buta aksara itu gubernur langsung bertandang ke Kementrian pendidikan dan kebudayaan. Gubernur juga mengajak masyarakat di NTB agar menghidupkan taman taman bacaan di desa desa serta menghidupkan literasi.

“Sumbawa Barat, Bima, Lombok Tengah dan Lombok Utara daerah daerah dengan tingkat buta Aksar tertinggi di NTB,” kata Bang Zul dalam akun Twitternya 4 februari kemarin seperti diterima koran ini kemarin di Mataram tanpa menyebutkan jumlah angka buta Aksara di NTB.

Sementara itu Kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan NTB, Muh Suruji mengakui masalah itu. Minggu depan kata dia akan mendiskusikan masalah ini bersama dinas kabupaten kota di NTB termasuk direktur keaksaraan Kemendikbud. Pertemuan itu dalam rangka mencari strategi pengurangan buta Aksara yang masih tinggi di NTB.

“Insya Allah minggu depan kita diskusi untuk merumuskan strategi pengurangan buta aksara di NTB,” ujar Suruji singkat.

Sayangnya Suruji enggan mau bicara banyak terutama berapa persen angka buta aksara di NTB. Berkali kali dikonfirmasi koran ini Suruji memilih bungkam.

“Maaf saya kecapean,” kata dia singkat.

Buta Aksara di NTB jika berdasarkan Data yang dikeluarkan World Food Programme (WFP) seperti data koran ini di tahun 2016, 5 dari 10 perempuan di NTB mengalami buta aksara. Sementara, data yang dimiliki Dinas Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, dari seluruh Provinsi di Indonesia, NTB menempati urutan nomor satu terbanyak buta aksara sekitar 10,62 persen atau 315.258 orang bahkan saat itu NTB jauh lebih tinggi dari NTT.

Setelah NTB, angka buta aksara tertinggi adalah sulawesi Barat (Sulbar) sebesar 7,63 persen, Sulawesi Selatan (Sulsel) 7,15 persen, Nusa Tenggara Timur (NTT) 6,94 persen dan Jawa Timur 5,78 persen.

Data yang dihimpun koran ini tahun 2018 Dikbud sendiri mengakui angka buta aksara mencapai 1,8 juta. Data tersebut diakuinya belum bisa memenuhi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2018, yakni sebanyak 13 persen pada 2014, di mana masalah buta aksara paling besar terjadi pada 2016, dengan usia antara usia 18 sampai 60 tahun. (TN-04).

Related Articles

Back to top button