Sosial

Fasilitator Rekons Pasca Gempa NTB Kerja Tuntas April

Mataram, Talikanews.com – Pemerintah Provinsi NTB terus kebut kinerja 1000 fasilitator sipil yang direkrut oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB tuntas bulan April. Dimana, fasilitator rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban gempa lombok dan sumbawa akan digaji Rp 3 juta untuk membantu pemerintah dalam melakukan proses pendampingan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Mereka nanti terus dampingi korban gempa lombok dan sumbawa yang mengalami kerusakan ringan dan kerusakan sedang, dipandang cukup efektif dan sangat membantu percepatan pemulihan saat sekarang ini.

“Fasilitator adalah kepanjangan tangan dari BPBD NTB untuk membantu dalam proses pendampingan percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi khusus yang Rehab ringan dan rusak sedang,” ungkap Wakil Ketua II TPK, Hadi Santoso, di Sekretariat Penanggulangan Bencana, Kamis (7/2).

Dia menjelaskan, dari 1000 orang itu ada dari kalangan sipil, 500 orang fasilitator dari TNI dan 200 orang dari Polri berada dalam satu kesatuan dibawah komando yang sama. Tim Pengendali Kegiatan (TPK) membawahi fasilitator sipil yang berjumlah 1000 orang, khusus untuk Rumah Rusak Ringan dan Rumah Rusak Sedang. Sementara untuk Fasilitator Rumah Rusak Berat dibawahi langsung oleh Kementerian PUPR melalui leading sektor Dinas Perkim.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Ir H Mohammad Rum, fasilitator Rehab Ringan dan Rehab Sedang ini, akan mendapatkan gaji per bulannya sebesar Rp 3 juta ditambah tunjangan komunikasi dan transportasi sebesar Rp 450 ribu sampai tanggal 15 April 2019 mendatang.

“Mulai hari ini, Kamis (07/02), kita akan ditransfer uang tunjangan komunikasi dan transportasi sebesar masing-masing Rp450 ribu ke 1000 rekening BNI fasilitator rehab ringan dan rehab sedang,” kata dia.

Untuk pembayaran gaji 1000 fasilitator ini lanjutnya,bgaji bulan Januari akan dibayarkan tanggal 15 Februari mendatang ditambah tunjangan komunikasi dan transport bulan Februari, disesuaikan dengan tanggal pelepasan oleh Gubernur NTB pada tanggal 15 Januari lalu.
Kendati demikian, dari 1000 fasilitator sipil rehab ringan dan rehab sedang, sekitar sembilan orang yang mengundurkan diri. Adapun alasan pengunduran dirinya karena sakit dan kemauan.

“Jadi tidak ada fasilitator yang mundur karena alasan tidak mendapatkan gaji. Semuanya sudah diganti dengan fasilitator yang baru,” cetusnya.

Rum memaparkan masa kontrak fasilitator sampai tanggal 12 atau 15 April 2019. Paling tidak, pihaknya berharap, dana yang sudah ada di rekening masyarakat untuk rehab ringan dan rehab sedang itu sudah bisa dibelanjakan atau bisa diselesaikan di 12 April 2019.

“Apalagi progresnya hingga saat sekarang ini untuk rehab ringan dan rehab sedang ini sudah menunjukan hasil yang bagus. Apalagi ketika pada bulan Februari hingga Maret semua Pokmas untuk rehab ringan dan sedang ini bisa terbentuk semua, maka tidak menunggu sampai April, untuk rehab ringan dan sedang sudah bisa dirampungkan semuanya,” Optimis Rum.

Berdasarkan update data BPBD per Rabu 06 Februari 2019 untuk kondisi Rehab Ringan dan sedang, jumlah Pokmas yang sudah terbentuk berjumlah 2.733 pokmas.

Sementara rekening yang terisi sekitar 72 Pokmas baik yang rusak sedang maupun rusak ringan. Jumlah anggota Pokmasnya adalah sekitar 66.609., Dan sekitar 6. 819 orang adalah masyarakat yang sudah membentuk Pokmas dan uangnya sudah ada di Pokmas.

“Rumah yang sudah diperbaiki dengan capaian 100 persen adalah 963 rumah. Rumah yang dalam proses pelaksanaan perbaikan adalah 2.251 rumah. Untuk rumah yang dalam proses tahapan perencanaan adalah sekitar 12.179 rumah,” tutupnya. (TN-04)

Related Articles