Pemerintahan

Apa Maksud Gubernur NTB Dibalik “Jangan Sengsarakan Rakyat”

Mataram, Talikanews.com – Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, terus menyapa masyarakat dalam kegiatan Jumpa Bang Zul-Rohmi yang setiap hari Jum’at digelar dengan lokasi berbeda. Namun, pada Jum’at (8/2) itu, Dr Zul sedikit menegaskan bahwa “NTB memang ramah pada investasi, tapi tidak boleh menyengsarakan masyarakat, coba dibangun pengertian bersama”.

Ungkapan itu disampaikan Dr Zul diacara Jangzulmi dihadiri oleh masyarakat yang cukup variatif. Ada kalangan entertainer, kalangan pengusaha, UMKM, pelajar, dan kaum milenial lainnya.

Bahkan, Zul menyiapkan beberapa sesi tanya jawab dimulai dari salah seorang warga bernama Ibu Ari mengemukakan masalah yang tengah dihadapi dengan para investor pemodal yang mendapat jawaban luar biasa dari Gubernur bahwa “NTB memang ramah pada investasi, tapi tidak boleh menyengsarakan masyarakat, coba dibangun pengertian bersama”.

Sesi berikutnya dari perwakilan UKM Putri Rinjani Lombok Tengah yang menyampaikan aspirasinya agar pemerintah dapat menyediakan outlet sendiri, sebab selama ini para produsen memasukkan produk ke toko oleh-oleh namun di mark up dengan harga yang terlalu tinggi, sehingga para wisatawan kurang berminat terhadap produk yang dijual itu pun ditanggapi Dr Zul bahwa perlahan outlet-outlet disediakan, contohnya di Mandalika sudah tersedia dan representatif.

Sesi lain dari Ibu Ima Suyanti (relawan Dasi Lombok Timur) yang mengeluhkan pihak Universitas Mataram yang memberi pinalti cuti selama enam bulan kepada anaknya dikarenakan keterlambatan satu hari membayar SPP. Dengan bijak Doktor Zul menjawab kegalauan hati ibu Ima, “Pihak Unram tidak bermaksud begitu, mungkin sistemnya otomatis begitu tapi semua bisa dikomunikasikan dengan baik, jangan sampai kesempatan anak kita untuk belajar hilang karena hal tersebut”, ungkap dia.

Dari kaum Milenial, Awin (dari UIN Mataram) mengeluhkan tidak adilnya proses verifikasi beasiswa tidak mampu, baginya yang dianggap tidak mampu adalah orang tuanya yang tidak bekerja sebagai pegawai negeri sipil, padahal walaupun tidak bekerja sebagai PNS orang tuanya memiliki kendaraan, tanah yang luas dan tempat tinggal yang layak.

Hal tersebut ditanggapi oleh Wagub NTB, Hj Rohmi menjelaskan, beasiswa itu butuh ketekunan, berprestasi dan didapatkan tidak dengan gampang-gampang saja, “Setau saya tidak ada perbedaan mau PNS atau tidak, selama kondisi tidak mampu semua bisa mendapat beasiswa tersebut”, ujar dia.

Kedepan, Hj Rohmi menambahkan bahwa Pemprov NTB berencana menyediakan rumah bahasa, untuk kursus bahasa Inggris, Toefl, Ielts dan lainnya. Tak hanya itu, Doktor Zul juga menambahkan pada batch 3 pengiriman pelajar ke Polandia nantinya lebih mudah, “kita hanya ingin semangat dan nekat dan enam bulan sebelum berangkat diajar bahasa inggris dulu sehingga kenekatan itu ada landasannya,” tegasnya.

Momen Jangzulmi tidak hanya diisi dengan penyampaian masalah oleh warga. Perwakilan komunitas MC NTB menyampaikan kesiapan mereka untuk membantu Pemerintah Daerah dalam berbagai kegiatan yang ada.

Kota Mataram saja sudah memiliki kurang lebih 35 MC dan itu belum mencakup semua MC di pulau Sumbawa, “intinya kami sangat mendukung acara pemerintah daerah dan siap untuk membantu,” cetus Mumun perwakilan MC NTB.

Terakhir disampaikan perwakilan praja IPDN, Edgar. Dia meminta kebijaksanaan pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali ketersediaan angkutan umum di Praya terutama kecamatan Leneng yang sekaligus menjadi lokasi kampus IPDN Regional NTB. Edgar sendiri berharap adanya keterlibatan Praja IPDN saat melaksanakan Praktik Lapangan (PL) terkait PRCC Biro Humas Protokol.

Kepala Biro Humas dan Protokol Najamudin Amy, program Jangzulmi ini merupakan ruang komunikasi publik yang diciptakan untuk membuka kanal antara pemerintah, OPD, stake holder terkait permasalahan yang ada di masyarakat. Program Jangzulmi dilaksanakan setiap dua kali sebulan, yakni minggu kedua dan minggu keempat. Dengan demikian, masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi, ide, gagasan dan lainnya dapat langsung menyampaikannya kepada Gubernur dan Wakil Gubernur.

Usai acara Jangzulmi, Gubernur, Wakil Gubernur beserta Kepala OPD lingkup Pemprov NTB meninjau langsung ruangan Biro Humas dan Protokol yang telah melaunching PRCC pada hari ini. (TN-04)

Related Articles