Hukum & Kriminal

Kasta NTB Minta Kapolri Usut Dibalik Kaburnya Dorfin Diluar Logika

Mataram, Talikanews.com – Kaburnya salah seorang bandar narkoba jaringan internasional yakni Dorfin Felix merupakan warga negara Perancis, dari gedung Tahanan dan Titipan Mapolda NTB. Dianggap diluar logika oleh tataran masyarakat dalam hal ini LSM Kasta NTB.

Pendiri sekaligus pembina LSM Kasta NTB, Muhanan, SH menyampaikan, terlepasnya tahanan jaringan narkoba internasional di lingkup Mapolda NTB sangat disayangkan dan diluar logika dipemikiran masyarakat khususnya Kasta NTB, yang sedikit mengetahui Protap penjagaan kepolisian berkaitan tersangka kasus hukum dan lain-lain.

Hal itu di ungkapkan karena, bagaimana bisa seorang tahanan begitu gampang kabur dari gedung Tahanan yang mendapatkan penjagaan ketat aparat kepolisian.

“Padahal penjagaan di Polda NTB begitu ketat, tapi ini bisa kita lihat, bagaimana tahapan-tahapan penjagaan, tidak sembarang orang bisa lewat pintu keluar masuk Mapolda yang diperiksa ketat,” ungkapnya di Mataram, Selasa (22/1).

Dia mencontohkan, saat berkunjung ke Mapolda, terlihat penjagaan ketat berlapis dan harus lapor sana-sini.

“Kan sangat aneh ketika Tahanan yang menjadi atensi negara bisa kabur dari gedung Tahanan. Kemana penjagaan, benar tidak penjagaan sesuai Protap. Apakah ada kaitan dengan isu dugaan keterlibatan oknum orang dalam mendapat uang miliaran rupiah sehingga dengan leluasa Dorfin kabur,” kata dia.

Mendengar adanya isu dugaan permainan oknum dalam, dengan nominal uang cukup fantastis itu justru membuat publik terkejut.

“Yang kita tahu penegak hukum di NTB saat ini begitu keras memerangi narkoba. Kok bisa jaringan internasional bisa kabur,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Kasta NTB meminta supaya Bapak Kapolri turun tangan untuk mengusut tuntas kejadian tersebut biar kepercayaan rakyat NTB terhadap institusi kepolisian bisa menempatkan penegakan hukum yang profesional.

Terkait hal itu, Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Komang Suartana menjelaskan, saat ini, selain mengejar Dorfin petugas juga sedang melakukan pendalaman pemeriksaan sehingga informasi yang disampaikan nanti bisa lebih lengkap.

“Masih pendalaman dan pemeriksaan mas. Kalau ada perkembangan nanti disampaikan sehingga kami belum bisa sampaikan informasi lebih dalam,” ujarnya.

Apakah Polisi juga menyelidiki terkait adanya dugaan keterlibatan oknum internal sehingga Dorfin bisa melarikan diri dari gedung tahanan yang dijaga ketat. Termasuk isu beredar dugaan oknum menerima uang Rp 10 miliar? Komang menegaskan, yang jelas semua ditelusuri dan diperiksa sehingga, jika terbukti ada keterlibatan orang dalam yang membantu pelaku melarikan diri, maka akan ditindak tegas.

Saat ini sejumlah petugas didalam masih sedang diperiksa Propam.

“Itu akan ditindak tegas oleh pak Kapolda sesuai kode etik. Nanti hasil pemeriksaan dari Propam apakah ada tindakan disiplin atau tidak, tergantung hasil pemeriksaan,” tutur dia.

Komang mengaku, belum diketahui secara pasti apa alat yang digunakan pelaku untuk memotong trali dan dari mana pelaku mendapatkannya. Termasuk kain darimana mendapatkan kain untuk bisa turun dari lantai 2 itu.

Untuk diketahui, ruang tahanan Polda NTB itu memiliki sebanyak 20 kamar. Sementara tersangka Dorfin Felix memiliki ruangan sendiri di lantai dua. Dalam 1×12 jam enam orang penjaga berganti melakukan penjagaan ruang tahanan itu. Atas dasar inilah Kapolda NTB menurunkan Propam menyelidiki mengapa petugas jaga kecolongan.

Dorfin sebelumnya ditangkap Petugas Bea Cukai Kota Mataram pada pertengahan September 2018. Dia kedapatan membawa narkoba jenis sabu dan ekstasi saat pemeriksaan melalui x-ray. Pelaku kemudian diserahkan pada Polda NTB.Kasusnya kini dalam tahap penyerahan berkas ke kejaksaan untuk disidangkan.

Disatu sisi, Polda NTB telah mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk memudahkan pemburuan Dorfin. DPO yang dikeluarkan Polda tertanggal 21 Januari tersebut bernomor : DPO /01/I/2019/Ditresnarkoba. Isi DPO itu tertulis Dorfin Felix tersangka kasus Narkoba atas laporan Polisi Nomor: LP/K/276/IX/2018/ SMK Polda NTB tanggal 24 September 2019 tentang Narkotika sebagaimana dimaksud pasal 113 ayat 2 dan atau pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 112 ayat 2 huruf a UU nomer 35 tahun 2019 tentang narkotika yang diduga dilakukan oleh tersangka Dorfin Felix di Terminal Kedatangan Bandara Internasional Lombok
Ciri ciri khsusus Dorfin tinggi 171 Cm, mata biru, kulit putih rambut pendek, warna hitam kekuning Kuningan. Dorfin melanggar pasal 113 ayat 2 dan atau pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 112 ayat 2 huruf a UU nomer 35 tahun 2019 tentang narkotika.

“Yang jelas, Kapolda sudah perintahkan semua Kapolres melakukan pencarian. Begitu halnya lakukan koordinasi dengan Imigrasi supaya melakukan pencegalan terhadap Dorfin,” tutupnya.(TN-04)

Tags

Related Articles