Daerah

Prof Masnun Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua PWNU NTB, Bagaimana Sekwil?

Lombok Tengah, Talikanews.com – Konferwil NU NTB ke XIII yang berlangsung Sabtu malam, (19/1) di Ponpes Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah. Menghasil Prof Masnun Tahir sebagai Ketua Tanfidziah PWNU NTB dan Tuan Guru H.L Turmudzi Badaruddin sebagai Ro’is Syuriah PENU NTB, Januari 2019.

Masnun terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWNU NTB. Hal tersebut diungkap Peserta Konferwil, Suaeb Quri.

“PWNU NTB dan segenap jamaah Nahdiyin mempercayai Masnun sebagai ketua lima tahun berikutnya,” ujarnya.

Sementara terpilihnya Tuan Guru H.L Turmudzi Badaruddin sebagai Ro’is Syuriah PENU NTB atas kesepakatan forum khusus para Halul Wali Wal Akdi terdiri dari sembilan tuan guru termasuk penasehat NU di NTB.

Sementara untuk Sekretaris PWNU NTB akan diberi waktu tujuh hari untuk dipilih. Terdapat tiga nama calon sekretaris yang diusulkan, yakni Suaeb Quri, M. Saleh Ending dan Lalu Winengan.

Prof. Masnun mengatakan, siap memimpin dan dipimpin di tubuh NU NTB. “Saya siap dipimpin dan siap memimpin,” ujarnya ditemui di Pondok Pesantren NU Qamarul Huda Bagu, tempat berlangsungnya konferwil.

Menurut Masnun dia pribadi siap dipimpin dan siap memimpin. Setelah diamanatkan sebagai ketua tentu tugas penting yang juga selama ini menjadi masukan bagaimana menghidupkan NU di Pulau Sumbawa.

“Saya siap dipimpin dan saya siap mempin,” kata Masnun di Bagu Loteng.

Bagaiaman sekretaris wilayah? Bagi profesor yang saat ini sedang menjabat sebagai wakil rektor I UIN Mataram itu akan wellcome tergantung masukan dari jamaah NU.

Masnun Mengaku sejumlah nama sebagian sekretaris pun sudah muncul seperti ketua KPU NTB saat ini Lalu Aksar Ansori, mantan ketua GP Ansor NTB, Suaeb Quri,

Sekretaris PW NU NTB hari ini, Lalu Winengan dan juga Tauhid Rifai yang saat ini sebagai Tim Ahli Pendamping Desa Provinsi NTB.

“Banyak nama diusulkan untuk jadi Partner saya kalau saya dimandatkan Pimpin NU. Saya welcome saja. Saya sudah biasa berpartner dengan siapa saja.” katanya.

Terkait hal itu, Lalu Aksar Ansori yang dikonfirmasi mengaku sama sekali tidak pernah menginginkan jabatan apa saja di NU. Ia pun tidak mencalonkan diri apalagi sebagai calon sekretaris.

Menurut Aksar ada banyak senior yang dilihatnya lebih mampu bahkan dari sisi pendidikan juga masih banyak yang lebih tinggi.

“Ada yang S3 dan S2, ada ustadz, ada yang punya akses dan jaringan, ada yg menulis buku tebal tebal dan banyak membesarkan pondok pesantren. Kalau saya ngga lah, ikut jadi apa saja dan siap melaksanakannya,” kata pria kelahiran Penujak Lombok Tengah itu.

Posisinya sebagai anggota KPU kata dia tinggal hitungan hari sehingga jangan sampai dengan meminta jabatan di NU banyak pihak menganggap akan mencari makan di NU.

“Saya tinggal 2 hari menjadi anggota KPU dan tanggal 22 Januari sudah menganggur. Jangan sampai karena nganggur malah bukan menghidupi NU malah dibilang cari hidup di NU,” kata Aksar.

Jadi sekali lagi lanjutnya, ada banyak teman lain. Malah dirinya berada diantrean paling terakhir saja.

“Kalau ada 10 calon, saya di antrean ke 11 saja,” tambahnya.

Disatu sisi, Suaeb Quri berharap Prof Masnun bisa membuat regenerasi di NU alias tidak hanya orang orang lama saja. Tidak hanya itu Suaeb juga memberi masukan agar kaum muda bisa diakomodir apalagi ada representasi perwakilan pulau Sumbawa.

“Ini masukan dari temen temen muda NU,” ujar dia.

Beliua (Masnun,red) tambahnya, layak sandang ketua Tanfiz. Perpaduan antara tokoh muda, dan akademisi serta ulama. Khusus sekretaris PWNU kedepan semuanya diserahkan ke ketua terpilih dan dengan mempertimbangkan usia dan perlu orang baru agar ada kaderisasi di NU. (TN-04)

Tags

Related Articles

Check Also

Close
Back to top button