Hukum & Kriminal

Penyidik Agendakan Pelimpahan Berkas Korupsi AZ

Mataram, Talikanews.com – Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB mengendakan pelimpahan tahap dua terhadap kasus dugaan korupsi Kepala desa (Kades) Sukamulya, Kecamatan Labangka Kabupaten Sumbawa non aktif inisial AZ.

Dimana, sebelumnya AZ sempat melarikan diri ke Sulawesi Tengah. Namun, aparat kepolisian tidak mau kalah dengan langkah yang diambiln AZ, pada akhirnya AZ kini berujung dijebloskan ke penjara di Mapolda NTB.

Kasubdit III Ditreskrimus Polda NTB, Syarif Hidayat menyampaikan, saat ini penyidik sedang mengagendakan pelimpahan tahap dua berkas dugaan korupsi AZ ke Kejaksaan Tinggi (Kejati). Sekaligus pelimpahan tersangka dan barang bukti ke jaksa penuntut umum.

Syarif Hidayat mengatakan, pemburuan Kepala desa (Kades) Sukamulya, Kecamatan Labangka Kabupaten Sumbawa non aktif inisial AZ cukup terbilang lama karena  sempat melarikan ke Sulawesi Tengah.

Tersangka AZ ditangkap polisi karena dililit kasus dugaan korupsi uang desa. Baik ADD bahkan DD dari tahun 2015 sampai 2016. Hasil hitungan kerugian negara oleh BPKP perwakilan NTB  mendekati Rp 1 miliar.

Syarif Hidayat mengaku, pihaknya bekerja sama dengan Polres Palu untuk menangkap sang Kades pada 9 Januari lalu. Modus operandinya AZ terbukti dengan sengaja melakukan tindakan penyimpangan terkait dengan penataan kekuasaan keuangan, penerimaan, pengeluaran dan pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja desa tahun anggaran 2015 dan 2016 dengan cara membuat dokumen fiktif. Seoalah-olah penggunaan dan pengelolaan APBDes digunakan sesuai dengan pos angarannya.

Dari uang korupsi itu, digunakan sang Kades untuk kepentingan pribadi yaitu membeli Mobil Kijang LGX, Sepeda Motor Yamaha Mio, Menebus Mobil Toyota Rush serta membayar angsuran kredit di Bank BPD NTB cabang Sumbawa.
Dari tindakannnya itu, kerugian negara mencapai Rp 897.772.024. Kerugian negara itu ditemukan berdasarkan audit yang dilakukan BPKP Perwakilan NTB sejumlah Rp 623.528.500, dan Audit/Laporan Pemeriksaan Khusus dari Audiktor Inspektorat Kabupaten Sumbwa sebesar Rp 274.243524.

“Jadi jumlah kerugain negara dari hasil korupsinya sebesar Rp 897.772.024,” beber Syarif di Mataram kemarin.

Akibat perbuatannya, AZ melanggar pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 UU RI No 31 tahun 1999 yang telah dirubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman seumur hidup atau paling singkat 4 sampai 20 tahun kuruangan penjara dan denda 200 juta sampai 1 Miliar.

Pihaknya berhasil mengamanakan Barang Bukti (BB) APBDes Desa Sukamulya TA 2015 dan TA 2016, dokumen perencenaan kegiatan APBDes 2015 dan 2016, Dokumen rincian penggunaan ADD 2015 dan 2016, Dokumen LPJ ADD pada APBDes 2015 dan 2016, Buku Rekening Desa Sukamulya, Dokumen SPP, SPM, SP2D 2015 dan 2016, buku catatan bendara desa Sukamulya serta dokumen kuitansi fiktif penggunaan anggaran dana desa.

“Kita sudah periksa 72 saksi dan saksi ahli tiga orang,”kata dia.
Syarif mengatakan, berkasa perkara Kades yang diketahui kelahiran Lombok Barat, 1 Januari 1964 itu sudah dinyatakan P21 berdasarkan surat Kejati NTB Nomer B-2699/P.2.5/Ft.1/11/2018 tertanggal 12 November 2018. (TN-04)

Tags

Related Articles

Back to top button