Pemerintahan

Kakanwil Kemenag NTB : Jika Ada Oknum Pegawai Bermain, Sikat Saja

Mataram, Talikanews com – Kementerian Agama Provinsi NTB geram atas terciduknya staf KUA Gunungsari, LBR karena “merampok” bantuan rehabilitasi masjid korban gempa, Senin (14/01) kemarin. Kemenag mengaku ulah oknum tersebut telah mencoreng nama baik institusi yang sudah lama dijaga marwahnya itu. Kemenag meminta agar LBR ditindak tegas jika betul betul telah terbukti secara hukum.

Kepala Kakanwil Kemenag NTB, H Nasruddin mengaku sebagai petinggi instansi Kemenag tidak akan memeberi ampun bagi mereka. Ia meminta agar pihak kepolisian menghukum sesuai ketentuan peraturan perundangan undangan yang berlaku apalagi kasus ini tidak ringan melanggar UU Nomer 20 tahun 2001 tentang tidak pidana korupsi. Jika nanti LBR telah terbukti dan ingkrah secara hukum konsekuensi yang akan diterimanya bisa jadi akan dilakukan pemecatan dari instansi Kemenag.

“Bila terbukti bersalah oknum yang bersangkutan harus diberi sangat tegas. Pecat penjara apa saja hukum yang berlaku. Kami tidak akan bela bela. Nggak ada waktu urus itu kami banyak urusan lain,” tegas Nasaruddin di Mataram kemarin.

Dalam hal ini pihaknya sepenuhnya menyerahkan urusan ini kepada aparat penegak hukum sehingga membrikan efek jera. Jika pun ada indikasi pihak lain (orang dalam Kemenag) sebisanya diselidiki kalau perlu kata Nas buat mereka juga tertangkap tangan (OTT).

Mantan Kepala Kemenag Lotim itu mengaku dengan kejadian ini Menteri Agama RI, Lukmanul Hakim Syaiful ini juga sudah langsung memberikan perintah agar dihukum seberat beratnya. Di Instansi Kemenag kata dia tidak boleh ada oknum-oknum yang mencoba menguntungkan diri sendiri terlebih dengan bertindak korup atas hak orang lain yang semestinya harus mereka terima.

Nas mengaku tidak tahu menahu soal kejadian itu karena ia saat itu sedang berada di Lombok Timur karena ada urusan lain. Kejadian OTT itu diketahuinya karena diberitatahu oleh kasi Binmas Islam dimana ruangan Binmas di geleledah oleh pihak Polres Mataram. Menurutnya penggeledahan di bidang Binmas karena urusan dokumen pembagian bantuan salah satunya urusan bantuan masjid.

Ia menjelaskan untuk bantuan dana pembangunan Masjid korban gempa itu Kemenag RI melalui dana APBN mengucurkan anggaran 6 miliar yang diperuntukkan kepada 58 masjid terdampak gempa se NTB tepatnya untuk masjid di KLU, Loteng, Lobar, Sumbawa dan sumbawa Barat. Transfer dananya pun dilakukan dari pusat langsung ke rekening masing masing.

“Jadi tidak ada hubungannya dengan kami. Di Binmas hanya ada dokumen masjid-masjid yang diusulkan dan diterima,” jelasnya.

“Pokoknya Kasus ini harus diusut tuntas. Kami tidak tidak ada waktu urus urus begituan. Kami masih banyak agenda lain yang kami urus lebih penting,” tambahnya geram.

Sementara itu hasil pengembangan Tipikor Polres Mataram, satu pejabat Kemenag Lobar kemarin sudah ditetapkan jadi tersangka. Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam menerangkan Kepala Tata Usaha Kemenag di Lombok Barat, inisial IK langsung ditetapkan kemarin setelah diperiksa. IK merupakan atasannya LBR dimana ia menyerahkan hasil pengambilan jatah dari masjid sebesar 20 persen itu kepada IK.

Dari hasil penggeledahan di rumah IK kata Alam di temukan uang sejumlah 55 juta Rupiah yang di duga hasil korupsi, dari kegiatan tersebut.

“Ia (Kepala TU jadi tersngka). Inisial IK,” ungkap Saiful Alam terpisah dikonfirmasi media ini.

Dari pengakuan IK masjid-masjid yang telah dipungut secara liar berdasarkan perintah IK berada di wilayah Lombok Barat yakni di Kecamatan Gunung Sari 4 masjid, Kecamatan Lingsar 4 Masjid dan di Kecamatan Batu Layar 5 Masjid.

Alam menyampaikan ternyata selain menyetor ke IK, LBR juga melakukan pungutan kembali namun untuk kepentingan diri sendiri. Sementara IK sendiri langsung diamankan di Polres Mataram. IK di kenakan UU No. 20 tahun 2001, sebagaimana perubahan UU No. 31 tahun 1999 pasal 12 huruf e tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi jo 55 ayat 1 ke (1) dan Pasal 64 KUHAP ancaman pidana 20 tahun dan denda Rp 1 Miliar.

Disinggung dengan tersangka berikutnya pihaknya mengatakan masih melakukan penyelidikan dan penyidikan.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan penyidikan,” pungkasnya. (TN-04)

Tags

Related Articles