Daerah

Kades Pecat Kadus, Warga Ungga Seruduk Kantor Desa

Lombok Tengah, Talikanews.com – Belum genap sebulan dilantik sebagai kepala desa terpilih, Susanto Kepala Desa Ungga mantan anggota Polisi itu di demo puluhan warga dikarenakan memberhentikan 4 staf yang dinilai tidak prosedural, Rabu (16/1).

Dalam pantauan media ini ketika berlangsung hearing di Kantor Desa Ungga pagi tadi masyarakat mengeluhkan adanya pemberhentian sepihak tanpa adanya surat teguran dan dinilai tidak prosedural yang mengakibatkan masyarakat merasa geram dan tidak menerima surat pemberhentian itu.

Kapolsek Praya Barat Daya Ipda Halid membenarkan adanya puluhan masyarakat yang mendatangi kantor desa ungga untuk hearing dan menyampaikan penolakan atas surat keputusan Kepala Desa tentang pemberhentian 4 staf desa yang dianggap tidak prosedural.

“Ia tadi ada puluhan masyarakat yang datang ke kantor desa untuk menyampaikan penolakan atas keputusan kepala desa yang di anggap masyarakat tidak prosedural. Namun kami hanya sebagai petugas keamanan yang menjaga supaya jangan terjadinya anarkisme,” terangya.

Sementara Kepala Desa Ungga Susanto mengakui memang tidak memberikan surat teguran pertama maupun kedua dan ketiga kepada 4 staf kewilayahan itu karena atas laporan masyarakat setempat 4 staf kewilayahan ini tidak bisa melayani masyarakat sebagai mana dengan fungsinya sebagai staf kewilayahan.

“Saya mengeluarkan surat keputusan pemberhentian itu atas laporan dari masyarakat yang menilai staf kewilayahqn tidak bekerja sebagai mana mestinya,” terangnya

Mendengar adanya permasalahan itu Kadis DPMD Jalaludin geram dan kecewa atas keputusan yang di keluarkan oleh Kepala Desa Ungga,” saya sudah berapa kali bilang di koran maupun berhadapan secara langsung kepada semua kepala desa. Pemberhentian staf desa itu ada aturan dan mekanismenya yang harus di ikuti,” geramnya.

“Pemberhentian staf kewilayahan oleh kepala desa ungga itu cacat hukum dan tidak sah, besok saya panggil dia,” imbuh jalal.

Lanjut Jalaludin pemberhentian staf itu dengan melihat 5 hal yakni meninggal dunia, nengundurkan diri, tersangkut persoalan pidana dan tidak melayani masyarakat selama 6 bulan berturut dan batas umur 62 tahun beserta rekomendasi dari camat,” tutupnya. (TN-03)

Tags

Related Articles

Back to top button