Daerah

Gubernur NTB Haruskan ASN Gunakan Seragam Kain Tenun

Mataram, Talikanews.com – Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah keluarkan surat edaran supaya semua Aparat Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Provinsi, supaya menggunakan seragam yang terbuat dari Kain Tenun, produk lokal.

Dalam surat edaran itu, setiap hari Selasa ASN disarankan memakai seragam terbuat hasil sesekan masyarakat lokal.

“Bila perlu jangan hanya hari Selasa saja, tapi juga hari Kamis,” ungkapnya di acara pencanangan Kain Tenun NTB sebagai seragam Dinas, Selasa (18/12) di Dinas Perdagangan.

Dia mengaku sangat senang ada ide serta gagasan Dinas Perdagangan supaya ASN gunakan seragam dari Kain Tenun. Karena, dengan demikian, akan membantu para penenun. Terlebih para UMKM tenun.

Kalau pun begitu, sapaan Dr Zul itu ada kekhawatiran terhadap keberlangsungan usaha para penenun. Oleh sebab itu, Ia berpesan kepada Dinas Perdagangan supaya lebih berhati-hati, terhadap nasib penenun. Dimana, jangan sampai adanya pencanangan itu akan membunuh para penenun.

Dia memaparkan maksud keberlangsungan nasib penenun yakni, ketika para ASN mencari Kain, jelas perusahaan luar akan memproduksi kain tenun menggunakan mesin.

“Nah, ini yang harus antisipasi, kain tenun luar bisa masuk,” kata dia.

Dengan demikian, harus giatkan industri mesin lokal untuk memproduksi kain tenun lokal. Namun, jangan sampai keliatan sama.

“Kalau sudah perusahaan besar produksi kain tenun, bisa saja dilakukan. Tapi, saya berharap kepada ASN supaya membeli Kain Tenun lokal yang diproduksi alami.

“Biarkan hasil tenun tangan harga mahal, Sedangkan yang gunakan mesin harga murah,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Disdag NTB, Hj Puttu Selly Handayani menyampaikan, pencanangan ini semata-mata untuk membantu para penenun sekaligus pembinaan terhadap UMKM. Mengenai pencanangan seragam ASN NTB, namun yang di gunakan nanti adalah tenun NTB bukan tenun luar.

Mengenai kekhawatiran Gubernur, tugas pengawasan ada dari semua kepala OPD yang mengawasi ke semua stafnya patut dan wajib menggunakan tenun NTB. Dengan gedogan alias nyesek bahan bisa lebih tipis.

“Kalau persaoalan mesin bisa juga dengan ATBM yang akan dikembangkan oleh Kabupaten Sumbawa, itu bagus menjawab pangsa pasar yang diminati masyrakat,” ujarnya.

“Persoalan mahal harga tenun karena bahan baku didatangkan dari luar daerah. Nah, itu yang harus dipikirkan bersama untuk penyediaan bahan bakunya,” tutup dia. (TN-04)

Tags

Related Articles

Back to top button