Daerah

Baiq Diyah Gunakan Moment HUT NTB ke-60 Koreksi Sungai Di Mataram

Mataram, Talikanews.com – Rangkaian HUT NTB ke 60 pada tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tidak ada perayaan seremonial dan upacara bendera seperti biasanya. Pemerintah Provinsi NTB melakukan aksi bersih sungai sepanjang kali Jangkuk.

Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Walikota Mataram, Anggota DPD RI Baiq Diyah Ratu Ganefi beserta pejabat teras Pemprov NTB terjun langsung membersihkan sungai Jangkuk.

Kegiatan bersih sungai itu memang diapresiasi Senator RI asal NTB, Baiq Diyah Ratu Ganefi, terhadap terobosan baru Pemprov NTB pada HUT NTB ke-60. Di mana dalam acara puncaknya, memfokuskan pada masalah lingkungan hidup.

“Beda dengan tahun sebelumnya, Gubernur kita ini luar biasa terobosannya,” ungkapnya, Senin (17/12).

Kegiatan bersih sungai ini di awali dengan menyusuri sungai dari Udayana hingga Ampenan. Sementara pegawai Pemkot dan Pemprov beserta masyarakat yang tinggal dipinggir Sungai saling bahu membahu membersihkan bahu sampah di sepanjang sungai tersebut.

Kendati demikian Baiq Diyah mengkritisi kondisi sungai di Kota Mataram. Selain mengalami pendangkalan, banyak sampah dan kotoran hewan ternak di bantaran sungai. Baiq Diyah juga telah bersurat pada Balai Wilayah Sungai (BWS).

“Beberapa waktu yang lalu saya sudah bersurat pada BWS bahwa kita harus memperhatikan sampah-sampah yang ada di sungai. Tapi sampai saat ini penanganan sampah dan normalisasi sungai belum terealisasi,” tegasnya.

Sapaan BDRG pun berharap kedepannya BWS maupun pihak terkait bisa melakukan pengerukan dan menormalisasi sungai yang melewati kawasan padat penduduk.

“Mudah-mudahan ke depannya menuju NTB Gemilang kita bisa mengeruk sungai, membersihkan sampah dan tidak membiarkan hewan di bantaran sungai, karena kotorannya dibuang di sungai,” kata dia.

Sementara itu, Gubernur NTB, Zulkieflimasyah, menyampaikan bahwa, dirinya telah meminta Kementerian Lingkungan Hidup untuk membantu menormalisasi sungai di Kota Mataram.

“Saya juga minta Kementerian Lingkungan Hidup untuk bantu sungai di Kota Mataram agar lebih indah dipandang,” ujarnya.

Dia mengaku, pembersihan sungai yang membelah kota Mataram sebagai ibu kota Provinsi itu bekerjasama dengan Kota Mataram dan jajarannya aksi bersih-bersih itu bukan hanya dari kalangan pemerintah saja tapi ada unsur masyarakat.

Dengan demikian, kalau jalan-jalan ke daerah-daerah yang sungainya bersih, sungai yang dimiliki tidak kalah indahnya.

“Sebenarnya hanya kurang bersih mudah-mudahan dengan Sungai kita bersih hidup kita jadi lebih tenang. Sungai yang membelah ibukota Provinsi NTB bisa menjadi destinasi wisata dan icon kita,” ujarnya.

Sapaan Dr Zul menambahkan, pada HUT tahun ini, banyak rangkaian seperti ada jalan sehat, ada bersih-bersih yang luar biasa membuat semua masyarakat terus bergerak, mudah-mudahan dengan bergeraknya masyarakat itu semua bersih.

Dia mengaku, rangkaian acara HUT kali ini agak sedikit berbeda dibanding sebelum-sebelumnya, adapun rangkaian lain acara makan ayam taliwang bentuk kecintaan pada kuliner lokal, tinggal di mana-mana yang berada di seluruh dunia, Lombok identik dengan ayam taliwang itu. Dimana, acara itu akan memecahkan rekor Muri. Selain itu, ada pawai mobil, sehingga selebrasi perayaan HUT NTB bisa dirasakan dari Mataram ke Lombok Timur.

“Kita boleh bergembira kita boleh bersenandung kita boleh menyanyikan banyak kidung. Tapi, tidak lupa berdoa mudah-mudahan setelah asar kita bermunajat kepada yang Maha Kuasa mudah-mudahan Allah telah tetap memberikan keberkahan pada Nusa Tenggara Barat kita ini,” cetusnya.

Sementara Walikota Mataram, Ahyar Abduh, berharap pada 2019 mendatang, sungai di Mataram dapat dinormalisasi.

“2019 Sungai Jangkuk ini dinormalisasi. Kita bagikan tugas, saya di bagian atas, bapak (gubernur) di bagian bawah,” ucapnya.

Dia juga menekankan Pemkot Mataram menghadapi isu lingkungan hidup, di mana masalah sampah menjadi problem yang perlu ditangani serius.(TN-04)

Tags

Related Articles

Back to top button