Daerah

Disebut Pelayanan Publik Buruk, Sekda Lobar Minta SKPD Belajar Buat SOP Ke KLU

Lombok Barat, Talikanews.com – Adanya hasil penilaian Ombudsman Perwakilan NTB yang menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terburuk dalam memberikan pelayanan publik, memicu kritik pedas Sekretaris Daerah Lombok Barat H. Moh. Taufiq. Hal itu membuat Taufiq tekan para kepala SKPD untuk belajar buat standar operasional prosedur (SOP).

“Menurut Ombudsman, parameter penilaiannya ada pada SOP (standar operasional prosedur, red) dan keterbukaan publik. Ini kan mudah dibuat?,” ungkapnya di Aula Kantor Bupati, Kamis (13/12).

Untuk itu, ia meminta SKPD untuk segera belajar tentang penyusunan SOP tersebut.

“Jangan yang begini-gini belajar ke Sumatera. Kalau di depan kita ada daerah yang lebih baik,” tambahnya.

Dia menegaskan dan meminta beberapa SKPD segera belajar ke kabupaten Lombok Utara dan Kota Mataram.

“Susun hasilnya dalam bentuk laporan, kita tunggu tanggal 13 Januari untuk dipaparkan,” pungkas Taufiq.

Di tempat yang sama, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menyampaikan kekecewaannya.

“Rasanya seperti terpukul sekali, prestasi banyak tapi penilaian ombudsman itu, kita yang terburuk,” ujar Fauzan.

Fauzan menambahkan, bahwa info sementara yang ia peroleh, terburuknya penilaian atas pelayanan publik di Lombok Barat karena tidak jelasnya SOP dalam memberikan pelayanan.

“Ini seperti anomali saja,” keluhnya.

Menurut Fauzan, penilaian terburuk dalam pelayanan publik oleh Ombudsnan tidak relevan dengan kualitas pelayanan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah.

Menurutnya memberi contoh, di sektor kesehatan Lombok Barat mendapat penilaian 100% Puskesmas terakreditasi dan RSUD sudah paripurna. Begitu pula untuk pelayanan adminduk di Dukcapil, dan SKPD lainnya.

“Ini yang harus diklarifikasi parameternya untuk menjadi bahan pembelajaran di masa mendatang,” ujar Fauzan.

Seperti diketahui, Ombudsman melakukan riset terhadap 199 Kabupaten/Kota se-Indonesia. Untuk Ombudsman Perwakilan NTB, mereka menyasar 7 Kabupaten/ Kota di NTB selama masa survey, yaitu Bulan Mei-Juli 2018.

Dari hasil riset tersebut, Kabupaten Lombok Utara disebut berada pada ranking 14 Nasional dengan Kepatuhan Tinggi atau meraih point 93,82.

Dari 5 Kabupaten di NTB berada pada zona kuning, dan Lombok Barat dinilai berada di ranking 162, atau terburuk dalam memberikan pelayanan publik.

“Point kita hanya 44,68, jauh di bawah KLU bahkan lebih dari dua kali lipatnya,” keluh Fauzan. (TN-04)

Tags

Related Articles

Back to top button