Sosial

Kasus Persekusi Jurnalis Lobar, Aparat Tetap Panggil Pelaku

Lombok Barat, Talikanews.com – Menyingkapi adanya inisiatif damai secara kekeluargaan antara pelaku dan korban terkait kasus pengeroyokan yang menimpa Zulfahmi wartawan Radar Lombok (korban), oleh masa yang dicurigai pihak salah satu calon Kepala Desa Terong Tawah Kecamatan Labuapi Lombok Barat, yang terjadi Senin (10/12) kemarin, Kapolres Lombok Barat AKBP Heri Wahyudi dihubungi wartawan via telephon Rabu (12/12) mengatakan, pihaknya telah menyiapkan surat pemanggilan kepada sejumlah pelaku yang dilaporkan.

“Tetaplah, kita jalani proses penegakan hukum. Harus dilakukan (pemanggilan),” ungkap Heri Wahyudi.

Pelaku akan dipanggil untuk dimintai keterangan dan klarifikasi atas perbuatannya. Meskipun Selasa malam diketahui telah dilakukan upaya mediasi. Dimana warga mendatangi rumah korban untuk meminta maaf atas insiden tersebut.

Namun Kapolres Lombok Barat menegaskan pihaknya akan tetap memanggil warga untuk melakukan pemeriksaan, terlebih kasus ini masuk ranah pidana murni, sehingga penyelidikan akan tetap dilakukan.

“Meski sudah dimediasi kasusnya tidak bisa dicabut. Mereka juga harus menghargai proses hukum, rosesnya tetap akan dilanjutkan. Tapi mediasi yang telah dilakukan tetap menjadi pertimbangan kami,” tegasnya Heri.

Sementara Zulfahmi selaku korban membenarkan upaya mediasi telah dilakukan. Sejumlah warga datang ke rumahnya meminta maaf didampingi Ketua DPRD Lombok Barat Iman Kafali.

“Insya Allah saya memaafkan mereka, dan ini juga saya dan keluarga sudah pertimbangkan” ujarnya.

Pertimbangan Fahmi, sapaannya warga pelaku pemukulan adalah masyarakat yang tinggal satu dusun dan satu desa dengannya.

“Saya lahir, besar dan tinggal di dusun ini bersama anak dan istri serta bersama keluarga. Faktor kehidupan sosial bermasyarakat jadi pertimbangan saya,” bebernya.

Karena Ketua DPRD Lobar bersama warga informasinya kemarin juga akan bertandang ke Polres Lobar. (TN-07)

Tags

Related Articles

Back to top button