Pemerintahan

Wagub NTB: Jangan Takut Dimutasi, Bekerjalah Sesuai Aturan

Mataram, Talikanews.com – Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah minta Kepala OPD serius dan proaktif menyelesaikan segala bentuk temuan dan persoalan. Akan tetapi, lakukan tugas sebaik mungkin, dan selalu bersandar kepada Allah SWT, karena nilai dan harga manusia dimata Allah, bukan di mata manusia.

Rohmi kembali menekankan, agar dalam menjalankan semua rangkaian proses bekerja, semua harus berjalan sesuai aturan. Jangan sampai melanggar aturan sehingga menjadi masalah hukum.

“Semua temuan yang masih tercatat agar segera ditindaklanjuti, dan kedepannya hal serupa jangan sampai terulang lagi,” ungkapnya saat membuka Gelar Pengawasan Daerah ( Larwasda) lingkup Pemerintah Provinsi NTB, Rabu (5/12).

Ia menambahkan, dalam mengemban amanah sebagai kepala OPD, pertanggungjawaban teratas dan utama adalah kepada Allah SWT. Hendaknya setiap pekerjaan yang dilakukan, disandarkan hanya kepada Allah. Begitu juga dalam bekerja jangan ada beban, keraguan apalagi rasa ketakutan dalam bekerja.

“Jangan takut di mutasi. Tidak ada yang abadi di dunia ini. Rotasi adalah adalah hal yang biasa dilakukan untuk penyegaran. Fokuslah bekerja dengan baik, dan pastikan dapat membawa kemanfaatan bagi orang banyak, itu yg utama,” kata dia.

Dia menambahkan agar seluruh ASN di lingkup Provinsi NTB bisa mengerjakan semua amanah Allah dengan niat berbuat baik. Niatkan segalanya sebagai bagian dr ibadah, insya allah apapun amanah, dgn apapun posisi yang Allah berikan, maka hasilnya juga akan baik dan Rohmi optimis, dengan kemampuan kepala OPD dipastikan semua berjalan sesuai jalurnya.

Terkait hal itu, Inspektur pada Inspektorat Provinsi NTB, Ibnu Salim sampaikan bahwa pelaksanaan Larwasda hasil pemeriksaan penyelenggaraan pemerintahan daerah, yang dilakukan oleh aparat Pengawas Internal pemerintah ini merupakan agenda rutin untuk koordinasi, komunikasi dan evaluasi implementasi pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan yang telah dilaksanakan.

Hasil rekap terakhir pengembalian kerugian daerah. Untuk tindak lanjut hasil pemeriksaan Itjendagri, pengembalian sudah mencapai 100 persen . Untuk temuan BPK RI, pengembalian telah mencapai 83 persen, dan tersisa 17 persen. Sementara temuan inspektorat tercatat sudah dikembalikan 68 persen dan tersisa 32 persen lagi.

“Atas capaian itu provinsi NTB menduduki peringkat ke- 2 secara nasional,dalam hal pengembalian kerugian daerah,” tutupnya. (TN-03)

Tags

Related Articles

Back to top button