Sosial

Sebanyak 350 Lansia dan Disabilitas Berat Di Lobar Terima Bantuan “November Tuntas”

Lombok Barat, Talikanews.com – Sebanyak 350 Ibu-Ibu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Lansia dan Disabilitas berat di Kabupaten Lombok Barat terima bantuan ial, menyalurkan bantuan sosial non tunai melalui Program Keluarga Harapan (PKH) berlabel ‘November Tuntas’.

Dimana, program dari Kementerian Sosial tahun 2018 ini sudah digelontorkan melalui empat tahap. Tiap tahap mereka menerima sebesar Rp. 266.350,- dan kali ini sebesar Rp. 340.350.

Menteri Sosial melalui Penjabat Balai Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BPPKS) Bandung, Dr. Danyi Riani, menyampaikan, tahun 2018 ini, jumlah penerima manfaat PKH di kabupaten Lombok Barat sebanyak 39.176. Hanya saja kali ini diwakili 350 KPM yang berasal dari kecamatan Lingsar.

Danyi juga menyebut, Sumber Daya Manusia (SDM) PKH di Lobar berjumlah 129 orang. Mereka terdiri dari koordinator kabupaten 2 orang, Peksos supervisor 2 orang, operator 4 orang dan 121 pendamping. Tahun 2018 ini, kabupaten Lobar menerima bansos dari kemensos RI sebesar Rp.157.653.671.600. Jumlah ini menyasar berupa pos PKH reguler, Beras sejahtera (Rastra), bansos Disabilitas dan bansos lansia.

“Penyaluran bansos program PKH dilaksanakan secara non tunai melalui lembaga bayar Bank Rakyat Indonesia,” paparnya dihadapan Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Rachmat Hidayat, Sekretaris Dinsos NTB, Kadisos Lobar, Asisten III Pemkab Lobar, Pendamping PKH Lobar serta masyarakat yang tergabung dalam KPM PKH, Senin (26/11)

Dia juga turut mengapresiasi kinerja semua pihak atas realisasi bansos PKH yang telah mencaai lebih dari 90 persen. Ini sebagai bentuk upaya penurunan angka kemiskinan.

Bupati Lobar melalui Asisten III, H. Fathurahim mengungkapkan, program PKH khususnya di Lobar serta bantuan lain yang dari kementerin sosial sangat memberikan dampak positif dan membantu masyarakat. Tercatat tahun 2018 ini, lebih dari Rp.157 Milyar bantuan yang digelontorkan oleh kemensos.

“Jumlah ini dirinci dalam bentuk PKH, Rastra dan bantuan lain,” jelasnya.

Mantan kepala Dinas Sosnakertrans Lobar ini mengaku, semua bantuan yang diberikan sangat bermanfaat, dapat membantu masyarakat terutama bagi mereka yang berusaha untuk mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Ketua Komisi VIII DPR RI, H.Rachmat Hidayat akan selalu mengawasi peruntukan anggaran khusus untuk PKH di NTB. Realisasi anggaran bansos PKH di NTB tidak ada masalah. Semua berjalan baik. Semua dikaitkan dengan program nawacita pemerintah 2014-2019.

“Nawacita ini mengamanatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui tiga pendekatan utama,” tegas Ketua Komisi VIII dan Panitia Anggaran DPR RI ini.

Usai gelaran seremoni, dilanjutkan dengan penyerahan paket dana pendidikan bagi anak PKM berprestasi, penyerahan sertifikat KPM Graduasi mandiri. (TN-07)

Lombok Barat, Talikanews.com – Sebanyak 350 Ibu-Ibu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Lansia dan Disabilitas berat di Kabupaten Lombok Barat terima bantuan ial, menyalurkan bantuan sosial non tunai melalui Program Keluarga Harapan (PKH) berlabel ‘November Tuntas’.

Dimana, program dari Kementerian Sosial tahun 2018 ini sudah digelontorkan melalui empat tahap. Tiap tahap mereka menerima sebesar Rp. 266.350,- dan kali ini sebesar Rp. 340.350.

Menteri Sosial melalui Penjabat Balai Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BPPKS) Bandung, Dr. Danyi Riani, menyampaikan, tahun 2018 ini, jumlah penerima manfaat PKH di kabupaten Lombok Barat sebanyak 39.176. Hanya saja kali ini diwakili 350 KPM yang berasal dari kecamatan Lingsar.

Danyi juga menyebut, Sumber Daya Manusia (SDM) PKH di Lobar berjumlah 129 orang. Mereka terdiri dari koordinator kabupaten 2 orang, Peksos supervisor 2 orang, operator 4 orang dan 121 pendamping. Tahun 2018 ini, kabupaten Lobar menerima bansos dari kemensos RI sebesar Rp.157.653.671.600. Jumlah ini menyasar berupa pos PKH reguler, Beras sejahtera (Rastra), bansos Disabilitas dan bansos lansia.

“Penyaluran bansos program PKH dilaksanakan secara non tunai melalui lembaga bayar Bank Rakyat Indonesia,” paparnya dihadapan Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Rachmat Hidayat, Sekretaris Dinsos NTB, Kadisos Lobar, Asisten III Pemkab Lobar, Pendamping PKH Lobar serta masyarakat yang tergabung dalam KPM PKH, Senin (26/11)

Dia juga turut mengapresiasi kinerja semua pihak atas realisasi bansos PKH yang telah mencaai lebih dari 90 persen. Ini sebagai bentuk upaya penurunan angka kemiskinan.

Bupati Lobar melalui Asisten III, H. Fathurahim mengungkapkan, program PKH khususnya di Lobar serta bantuan lain yang dari kementerin sosial sangat memberikan dampak positif dan membantu masyarakat. Tercatat tahun 2018 ini, lebih dari Rp.157 Milyar bantuan yang digelontorkan oleh kemensos.

“Jumlah ini dirinci dalam bentuk PKH, Rastra dan bantuan lain,” jelasnya.

Mantan kepala Dinas Sosnakertrans Lobar ini mengaku, semua bantuan yang diberikan sangat bermanfaat, dapat membantu masyarakat terutama bagi mereka yang berusaha untuk mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Ketua Komisi VIII DPR RI, H.Rachmat Hidayat akan selalu mengawasi peruntukan anggaran khusus untuk PKH di NTB. Realisasi anggaran bansos PKH di NTB tidak ada masalah. Semua berjalan baik. Semua dikaitkan dengan program nawacita pemerintah 2014-2019.

“Nawacita ini mengamanatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui tiga pendekatan utama,” tegas Ketua Komisi VIII dan Panitia Anggaran DPR RI ini.

Usai gelaran seremoni, dilanjutkan dengan penyerahan paket dana pendidikan bagi anak PKM berprestasi, penyerahan sertifikat KPM Graduasi mandiri. (TN-07)

Tags

Related Articles

Back to top button