Lifestyle

PMII : Hukuman Untuk Baiq Nuril Sangat Kejam

Lombok Tengah, Talikanews.com – Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Lombok Tengah sebut hukuman yang dijatuhkan kepada mantan honorer SMAN 7 Mataram, Baiq Nuril Maknun terpidana UU ITE dengan vonis 6 bulan penjara denda Rp 500 juta dinilai sangat kejam.

Malah, aparat penegak hukum dalam hal ini diputuskan Mahkamah Agung itu tajam kebawah namum tumpul keatas. Oleh sebab itu, para PMII Loteng dalam orasinya meminta aparat penegak hukum bebaskan Baiq Nuril.

Zaenudin selaku korlap Aksi menyampaikan kasus kriminalisasi yang menimpa seorang mantan guru honorer di SMAN 7 Mataran, Nusa Tenggara Barat, Baiq Nuril Maknun, telah menambah catatan kelam dalam penegakan hukum, dan memperlihatkan kekejaman hukum yang tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

“Ini salah satu bukti Bahwa hukum itu kejam,” ungkapnya Senin (26/11).
Zaenudin menambahkan Ibu Nuril yang menjadi korban pelecehan sesksual secara verbal, justru malah dinyatakan bersalah oleh lembaga pengadilan dalam hal ini Mahkamah Agung.

“Oleh karena itu, atas nama Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) Loteng, mengecam keras atas tindakan hukum tersebut,” kata dia.
Menurutnya, Ibu Nuril adalah satu dari sekian banyak perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual. Jangan sampai kasus Ibu Nuril membuat para korban pelecehan lain enggan bersuara dan tidak mau melawan karena takut dengan ancaman penjara.

“Kepada para perempuan jangan takut untuk bersuara dan melawan saat menjadi korban pelecehan. Perempuan harus kita lindungi dan kita muliakan,” tutupnya. (TN-03)

Tags

Related Articles

Back to top button