Nasional

Tujuh ABK Kapal Kargo Yang Tenggelam Dihantam Gelombang Belum Ditemukan

Mataram,Talikanews.com – Kapal Kargo pengangkut barang dengan route Surabaya – Waingapu Nusa Tenggara Timur tenggelam diseputaran pulau Kapoposang Bali perairan utara pulau Sumbawa – NTB pada koordinat 07°32,2′ S – 117°07,6′ E. Rute perjalanan Menggunakan RB 220 Mataram dengan jarak tempuh menuju LKP sejauh 107,5 Nm selama 7 jam Waktu kejadian TW.1122.1845/H kamis (22/11) kemarin sekitar pukul 18.00 sore.

Diketahui kapal dengan identitas KM Multi Prima 1 dengan panjang 55 m lebar 11 m tengah mengangkut bahan bangunan seperti Paving, Triplek dan berton serta polar pakan ternak itu oleng akibat cuaca dan langsung dihantam gelombang besar.

Sampai hari ini dari jumlah Pilot On Board (POB) atau ABK sebanyak 14 orang, tim SAR Mataram masih mencari tujuh orang yang hilang sementara tujuh lainnya berhasil selamat.

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan / Basarnas Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda menyampaikan pencarian terhadap tujuh orang itu masih terus dilakukan, mereka diketahui identitasnya Syamsul Salda 38 th, Trasius 35 th, Pande 67 th, Riski 26 th, Sutrisno 57 th, Soni Kancil 41 th dan Phlipus Bay 43 th sementara tujuh lainnya yang selamat Bob Chris Butarbutar 26 th, Rahmat tuloh 25 th, Debiyallah Sastria 25 th, Zainal arifin m 21 th, Benyamin Henuk 34 th, Aldi Hidayat 18 th dan Haji Jamaludin S. 20 th.

Pihaknya mengaku dalam masa pencarian kondisi cuaca di sekitar LKP cepat berubah–ubah sehingga kondisi arus kencang cukup dimana tinggi gelombang 0.5 – 1 meter kemudian angin mencapai 10 knots, arah dari 141° serta arus 1,08 knots, arah menuju 116°. Sehingga menyulitkan untuk melakukan pencarian.

Dalam pencariannya dari unsur SAR, kata dia Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, Crew RB 220 Mataram, Dit Polair NTB dan Srop lembar dengan menggunakan alat pencarian Truck Personil, RB 220 Mataram, Rubber boat, Peralatan selam, Peralatan evakuasi serta Peralatan medis.

“Korban yang berhasil ditemukan langsung dievakuasi ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” katanya.

Petugas masih fokus pada titik pencarian Titik Koordinat Area Pencarian di kordinat 07°31.02′ S – 116°57.71′ E, 07°3.15′ S – 116°57.71′ E, 07°3.15′ S – 117°32.85′ E, 07°31.02′ S – 117°32.85′ E CSP 07°25’01”S – 117°00’36”E, EXIT 07°07’01”S – 117°00’37”E dengan luas area oencarian 980 Nm2 RB 220 Mataram dengan daya tahan pencarian (endurance) sebanyak 59 jam, transit 9 jam dan On Scene Endurance selama 9 jam.

“Kami pakai Pola Pencarian Paralel Sweep dan Track Spacing 6 Nm,” katanya.

I Gusti menjelaskan kronologisnya dimana seseuai informasi awal TW.1124.1305/H terima BRA SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya, bahwa KM CAHAYA ABADI 201 membawa sejumlah 7 orang korban dari KM Multi Prima 1 dengan POB 14 orang ABK yang tenggelam pada TW.1112.1845/H dengan Koordinat 07° 32,2′ S- 117° 07,6′ E dekat dengan Pulau Kapoposang Bali Kabupaten Pangkajene Provinsi Sulawesi Selatan dan akan merapat di Dermaga Pelabuhan Probolinggo pada sekitar TW. 1124.1800/H.

Pada TW.1124.1200/G Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya memberangkatkan Pos Pencarian dan Pertolongan Jember menuju pelabuhan Probolinggo untuk membantu proses Evakuasi dari KM Cahaya Abadi 201 dan menggali data Lebih lanjut terkait korban yang belum ditemukan.

“Saat ini kami masih melakukan pencarian, karena menjelang malam hari, kita putuskan istirahat dan akan dilanjutkan esok hari,” pungkasnya. (TN-04)

Tags

Related Articles

Back to top button