Ekonomi

Sebanyak 3.895 Investor Tanam Modal Di NTB

Mataram, Talikanews.com – Sebanyak 3.895 orang investor yang tercatat menanam modalnya di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Nusa Tenggara Barat (NTB). Data itu menunjukkan data tahun 2018 hingga bulan Oktober, terbanyak di Mataram pada angka 1.689 orang. Sedangkan data tahun 2017 sebanyak 2.042 orang masuk kategori singel investor.

Dari jumlah investor itu, terkumpul saham sebesar Rp 84,355 Miliar lebih. Selain bentuk saham, sebanyak Rp 128 Miliar lebih.

“Ini data serta jumlah modal saham para investor yang ada di NTB, yang berada di beberapa perusahaan,” Kepala KP BEI NTB, I Gusti Ngurah Bagus Sarjana saat menggelar workshop pasar modal untuk wartawan, Sabtu (24/11), di Mataram.

Kegiatan dilakukan untuk penyegaran informasi tentang pasar modal, yang tujuannya meningkatkan literasi tentang pasar modal melalui media massa.

“Peran media massa juga strategis dan penting untuk meningkatkan literasi pasar modal ke tengah masyarakat. Karena itu kegiatan ini kami lakukan,” kata Ngurah menjelaskan, dari survei yang dilakukan OJK, tingkat literasi pasar modal di Indonesia masih rendah.

Menurutnya, akses informasi tentang pasar modal bisa juga didapatkan masyarakat dari pemberitaan media massa.
Hanya saja, isu pasar modal belum menjadi isu yang seksi bagi media massa.

“Di NTB juga kami lihat belum banyak media yang mengangkat soal pasar modal,” katanya.

Ngurah berharap, dengan workshop yang digelar itu, para wartawan bisa memiliki gambaran, pengetahuan dan persepsi yang sama tentang potensi dan peluang pasar modal dan mulai memberitakannya. Dengan begitu tingkat literasi masyarakat tentang pasar modal bisa meningkat.

Ngurah menjelaskan, secara nasional potensi ekonomi di sektor pasar modal sangat besar. Dari sekitar 611 perusahaan yang go public, tercatat potensi nilai maksimal mencapai Rp6.593 Triliun.
Namun, pertumbuhan jumlah investor masih sangat rendah yakni berkisar 813 ribu investor.

“Jumlah investor masih sangat rendah jika dibanding jumlah penduduk kita yang 260 juta dan NTB 5 juta jiwa. Padahal peluang dan potensi pasar sangat besar,” katanya

Salah seorang investor asal Lombok Timur juga Ketua Sasambo Investor Community (SIC), Muhammad Deni Wahyu Pratama, memaparkan, jika ingin jadi investor dengan tanam saham dibeberapa Perusahaan, tidak perlu modal banyak.

Dirinya saja memulai tanam modal sejak Oktober 2017, di perusahaan Philips Securitas, dan Indo Prymer, besaran modal awal Rp 300 ribu.
Melihat perkembangan pendapatan, setiap bulan tambah modal dengan pola menabung, paling banyak Rp 1 juta.

“Kalau melihat Profit, sering narik Rp 300 ribu, untuk bayar sekolah. Kalau dilihat sisa modal Rp 800 ribu karena sdh di tarik, termasuk sisa aset di perusahaan Waskita Beton Precast, Indo Mobil Sukses (Imas). Intinya ada sisa saham 6 lot di perusahaan ISA, 1 lot di Imas dan 2 lot di perusahaan USBP,” tutur Mahasiswa Unram jurusan aakutansi ini.

Yang jelas lanjutnya, kalau mau jadi investor harus sabar dan berani saja, jika berani spekulasi modal maka akan sukses. Karena, banyak macam saham bisa dibeli tanpa harus rugi.

“Selama ini saya lihat, masyarakat NTB masih takut modalnya hilang, pengaruh adanya investasi bodong. Tapi bagi saya, modal sedikit pendapatan ada dan modal terjamin,” pungkasnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button