Daerah

PMII Mataram Minta Bebaskan Ibu Nuril Dan Penjarakan Pelaku Asusila

Mataram, Talikanews.com – Kasus kriminalisasi yang menimpa seorang mantan guru honorer di SMAN 7 Mataran, Nusa Tenggara Barat, Baiq Nuril Maknun, telah menambah catatan kelam dalam penegakan hukum, dan memperlihatkan kekejaman hukum yang tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Ibu Nuril yang menjadi korban pelecehan sesksual secara verbal, justru malah dinyatakan bersalah oleh lembaga pengadilan dalam hal ini Mahkamah Agung. Penjara enam bulan dan denda Rp 500 juta dijatuhkan kepada Nuril. Oleh karena itu, atas nama Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) Kota Mataram, mengecam keras atas tindakan hukum tersebut.

Adapun beberapa permintaan dan desakan, pertama mendesak kepada Mahkamah Agung agar dapat menggunakan nurani dalam memutus kasus hukum. Bagaimana bisa seorang korban pelecehan yang seharusnya dilindungi, justru malah dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman,

Kedua PMII Kota Mataram, siap mengawal Ibu Nuril dalam menghadapi kasus ini, karena segala bentuk tindakan asusilia terhadap siapapun lebih-lebih kepada sosok perempuan NTB, sangat miris jika dibiarkan begitu saja.

Tiga, mendesak agar Ibu Nuril segera dibebaskan dari status hukum. Ke empat, pecat oknum pejabat yang melakukan tindakan asusila terhadap ibu nuril, dari jabatan yang sementara diembannya. Lima, adili dengan seadil-adilnya serta penjarakan oknum pelaku asusila.

“Ibu Nuril adalah satu dari sekian banyak perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual. Jangan sampai kasus Ibu Nuril membuat para korban pelecehan lain enggan bersuara dan tidak mau melawan karena takut dengan ancaman penjara,” tegas Nira Syulistiawati yang merupakan Kader PMII Mataram.

Dia menambahkan, PC. PMII Kota Mataram juga mengimbau kepada para perempuan di Tanah Air agar jangan takut untuk bersuara dan melawan saat menjadi korban pelecehan. Perempuan harus kita lindungi dan kita muliakan.(TN-04)

Tags

Related Articles

Back to top button