Hukum & Kriminal

Pungli, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Diancam 20 Tahun Penjara

Mataram, Talikanews.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mataram, Dr Ketut Sumedana tetap memenuhi janji untuk melimpahkan berkas kasus dugaan pungutan liar (Pungli), oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Sudenom sebesar Rp 160 juta dari kepala SD dan SMP di Kota Mataram. Dengan demikian, Sudenom diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara sesuai yang diatur dalam UU Tindak Pidana Korupsi.

Ketut menjelaskan, akan meminta Jaksa jaksa supaya pekan ini berkas Sudenom dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi untuk disidangkan.

“November perkara ini sudah di pengadilan untuk disidangkan,” ungkapnya, Rabu (21/11).

Bagaimana dengan adanya surat penangguhan atau tahanan kota untuk Sudenom beralasan sakit? Ketut Sumedana mengakui, memang dinyatakan sakit dengan melampirkan bukti keterangan dari Dokter yang dikeluarkan salah satu Rumah Sakit.

Dengan demikian, Sudenom tidak ditahan namun masuk tahanan kota. Akan tetapi, tidak ada alasan bagi Sudenom tidak menerima tahap II yakni pelimpahan berkas ke Pengadilan untuk di adili kecuali Sudenom sakit gila.

Ketut kembali memaparkan kasus yang menjerat Sudenom yakni, dugaan tindak pidana Pungli dari kepala SD dan SMP yang ada di Kota Mataram sebesar Rp 160 juta untuk kepentingan pribadi dalam hal berobat, jalan-jalan ke luar daerah dan biaya operasional lainnya.

Kalau pun begitu, dalam perjalanan proses di Kejari, Sudenom sudah mengembalikan sebesar Rp 50 juta dan telah membuat surat pernyataan bersedia mengembalikan atau ganti uang Pungli tersebut.

Kalau pun ada surat pernyataan bersedia mengembalikan uang itu lanjutnya, tidak menghapus hukum yang disangkakan. Hanya saja, sikap Sudenom untuk bahan pertambangan meringkan hukuman dengan cara menyampaikan bukti pengembalian di fakta persidangan.

“Sudenom dikenakan pasal 11, 12 dan pasal 5 UU Tipikor nomor 20 tahun 2001, ancaman hukuman penjara paling malam 20 tahun, paling singkat 5 tahun denda minimal 50 juta maksimal 50 juta,” tutupnya. (TN-04)

Tags

Related Articles

Back to top button