Daerah

PDAM Loteng Dilaporkan Terkait Dugaan Pungli, Polisi Siap Dalami

Lombok Tengah, Talikanews.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah, dilaporkan ke Polres oleh Masyarakat Anti Pungli (MAPI) terkait dugaan pungutan liar (Pungli), pemasangan program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebesar Rp 600 ribu per sambungan rumah (SR). Laporan itu dilayangkan pada Senin (19/11).

Ketua MAPI, Muhammad Fihiruddin menyampaikan, dirinya datang ke Polres untuk mengadukan karena semakin hari, pelayanan perusahan daerah menyangkut hajat hidup masyarakat akan air bersih tidak memuaskan, air sering macet.

Padahal, kalau bicara jaringan dan debit air bukan sebuah alasan bagi PDAM. Terlebih, PDAM Loteng pernah mendapatkan program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) bersumber dari Kementerian PUPR RI bidang Pengairan.

Dimana program itu, dihajatkan untuk membantu masyarakat dalam hal penyambungan instalasi dengan rincian Rp 3 juta per SR (sambungan rumah) di kalikan 6000 calon pelanggan tahun 2014. Anehnya, tahun itu Basline verifikasi muncul sebanyak 8000 SR.

“Kami menduga kuat dugaan permainan di tubuh PDAM. Bisa kita lihat ada 6000 calon pelanggan atau SR, tapi pada data Basline verifikasi muncul 8000 calon pelanggan,” ungkapnya, Senin (19/11).

Begitu halnya dengan tahun 2015, kembali digelontorkan untuk 6000 calon pelanggan dikalikan Rp 3 juta per SR dan terakhir tahun 2016 untuk 6000 pelanggan.

“Yang jadi pertanyaan kami, kan anggaran program MBR sudah jelas. Tapi, ada informasi dari masyarakat mengeluarkan biaya Rp 600 ribu per calon pelanggan. Lebih kami pertanyaan lagi PDAM disuntik dari APBD Loteng, nah kemana itu,” kata dia.

Dia kembali mempertanyakan alasan dalam pelaksanaannya, PDAM Lombok Tengah diduga menarik pungutan terhadap masyarakat penerima manfaat air bersih.

“Bahwa pada saat itu PDAM Lombok Tengah diduga menarik pungutan terhadap masyarakat yang melakukan penyambungan pipa air,” cetus Fihir.

Dia meyakini, kejanggalan tersebut bisa merugikan negara dan masyarakat. Oleh sebab itu, Fihir mendesak agar aparat kepolisian di Kabupaten Lombok Tengah segera melakukan pengusutan.

“Kejanggalan ini dapat mengakibatkan kerugian, ami meminta aparat untuk segera memproses laporan,” tegas Fihir.

Terkait hal itu, Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang dikonfirmasi membenarkan ada pengaduan dari MAPI yang diterima dari SPKT. Namun dirinya belum kroscek.

“Informasi sih ada ,apa, bagaimana belum tahu wujudnya,” ucap dia.

Yang jelas, semua bentuk pengaduan dan laporan dari masyarakat, terlebih dugaan Pungli aka. didalami dan usut.”Pasti kita dalami untuk mencari tahu kebenaran pengaduan itu, ” tutupnya. (TN-04/03)

Tags

Related Articles

Back to top button