Hukum & Kriminal

Kuasa Hukum Baiq Nuril Laporkan Dugaan Pencabulan Muslim Ke Polda NTB

Mataram, Talikanews.com – Kuasa hukum Korban UU ITE, Baiq Nuril Maknun dalam hal ini, Joko Djumadi akan melaporkan kepala SMAN 7 Mataram, Muslim ke Polda NTB pada Senin (19/11) besok, atas dugaan pencabulan yang di lakukan terhadap Baiq Nuril.

Dia mengatakan, dirinya sudah siap melaporkan Muslim. Adapun barang bukti yang di siapkan yang akan dibawa ke Polda adalah hasil percakapan Muslim yang menelepon Baiq Nuril. Dimana, terjadi pelecehan beranggapan, saat menelepon Baiq Nuril, Kepala sekolah itu bercerita berbau fornografi (mesum,red). Hal itu, bentuk pelecehan seksual masuk perbuatan cabul tertuang dalam KUHAP.

Selain itu, dalam petikan keputusan MA dan pengakuan Muslim yang mengakui menelepon Baiq Nuril dan melalukan percakapan bernada pelecehan seksual tersebut.

“Kami akan membawa petikan putusan kasasi MA sebagai barang bukti. Dalam putusan kasasi tersebut Muslim mengakui menelepon Baiq Nuril dan melakukan percakapan yang terkesan melakukan pelecehan dan pencabulan,” ungkapnya.

Baiq Nuril juga mengakui bahwa dirinya beberapa kali di telepon oleh Muslim saat dirinya masih menjadi tenaga honorer di SMAN 7 Mataram. Pada percakapan yang di rekam oleh Baiq Nuril tersebut, Muslim kerap mengeluarkan kata-kata yang bernada pelecehan seksual.

“Saat ini, kami juga masih menunggu salinan putusan MA untuk dipelajari kemudian dijadikan bahan peninjauan kembali (PK),”kata dia.

Disinggung soal, Kejari tetap akan lakukan eksekusi, itu karena rencana PK tidak dapat menghalangi eksekusi? Joko menegaskan sangat memahami itu. Akan tetapi, yang dipersoalkan adalah pelaksanaan eksekusi menggunakan petikan putusan pasal 226 juncto pasal 257 KUHAP nomor 574 K/PID.SUS/2018.

Padahal, pada pasal 270 KUHAP berbunyi pelaksanaan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dilakukan oleh Jaksa, yang untuk itu panitera mengrimkan salinan surat putusan kepadanya. Sehingga, pelaksanaan eksekusi tidak boleh menggunakan petikan MA, melainkan salinan putusan MA.

Dirinya juga akan kirim permohonan penundaan eksekusi kepada Mahkamah Agung hari ini Sabtu (17/11). Untuk hari Rabu, dirinya bersama Baiq Nuril tetap menghadiri undangan Kejaksanaan Negeri Mataram, tapi kalau mau eksekusi tetap bertahan karena tidak ada landasan.

“Hari ini kami akan bersurat ke Kejagung untuk minta PK sekaligus penundaan eksekusi,” tuturnya.

Untuk diketahui, Nasib Baiq Nuril dan Muslim pun “bagai bumi dan langit”. Sejak mencuatnya kasus percakapan tersebut, Baiq Nuril menjadi pesakitan sementara sang kepala sekolah di kabarkan mendapatkan promosi jabatan. (TN-04)

Tags

Related Articles

Back to top button